SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemulangan Hambali untuk Ketahui Jaringan Teroris di Indonesia

Pembaruan/Adi Marsiela

CEK ULANG - Kapolri Jenderal Sutanto (kiri) bersama Kepala Sespim Polri, Inspektur Jenderal Budi Setyawan (dua dari kanan) berjalan bersama untuk menutup Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri Reguler ke-41 di Sespim Polri, Lembang, Kabupaten Bandung, Jabar, Kamis (20/10). Kapolri meminta agar informasi yang menyebutkan mantan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dan Kepala Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Erwin Mappaseng menerima suap Rp 1 miliar dari PT Bank BNI untuk dicek kembali.

BANDUNG-Kepala Kepolisian RI, Jenderal Sutanto menyatakan pihaknya masih menunggu kepastian pemulangan Hambali dari Amerika Serikat ke Indonesia. Pasalnya, menurut Kapolri dengan pemulangan tersebut Kepolisian RI bisa mengetahui secara lebih jelas mengenai jaringan teroris yang ada di Indonesia.

"Nanti kita cek lebih lanjut," tutur Sutanto singkat kepada wartawan usai menutup Pendidikan Sekolah Staf dan Pim pinan Polri Reguler ke-41 Tahun Pendidikan 2005 di Sespim Polri, Lembang, Kabupaten Bandung, Kamis (20/10).

Sutanto menuturkan ia belum mengetahui secara pasti waktu dan juga teknis pengembalian Hambali. "Tentu kita ingin mengetahui jaringannya, makanya masih kita perlu cek ulang (pemulangan Hambali-red)," tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator Kontra Terorisme Departemen Luar Negeri AS, Henry A. Crumpton mengatakan pihaknya akan mengembalikan Hambali ke Indonesia setelah ditangkap oleh petugas keamanan AS di Thailand tahun 2003 lalu. Hambali diduga terlibat dalam berbagai kegiatan jaringan Al-Qaeda di Asia Tenggara.

"Niat kami sangat jelas. Kami berharap dapat mengembalikan Hambali ke Indonesia, tetapi saya belum dapat menyatakan kapan. Informasi apa pun terkait Hambali baik ancaman langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia akan selalu diberikan oleh AS," ujar Crumpton.

Terkait dengan pemeriksaan DNA pelaku peledakan bom Bali II yang hingga saat ini masih belum selesai, Sutanto mengatakan dalam beberapa hari ini akan bisa diselesaikan.

"Masih menunggu perkembangannya, karena kita juga akan menentukan itu untuk dijadikan macam-macam sampel," jelas Sutanto sembari menambahkan pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut soal perkembangan penyidikan teror bom Bali II. (ADI/M-6)


Last modified: 21/10/05