JAKARTA - Partai Golkar merasa tidak perlu melakukan persiapan khusus terkait adanya rencana perombakan di Kabinet Indonesia Bersatu. Perombakan kabinet sendiri masih sebatas isu dan bergantung pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pemegang hak prerogatif yang masih akan melakukan evaluasi.
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di DPP Partai Golkar, di sela acara Tasyakuran HUT Partai Golkar ke-41, Jumat (20/10) sekaligus buka puasa bersama anak yatim piatu dan masyarakat.
Jusuf Kalla juga menyatakan, tidak adanya persiapan khusus bagi Partai Golkar karena di partai ini ada banyak kader yang siap dan pantas. "Mau seratus orang juga ada," katanya.
Namun, katanya, dalam waktu dekat evaluasi akan dilakukan Presiden Yudhoyono dan saat ini para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu tengah menyelesaikan laporan kinerja dan pencapaian kerjanya selama satu tahun. Jusuf Kalla sendiri tidak bersedia menilai kinerja Kabinet Indonesia Bersatu.
Hanya saja secara umum dikatakannya, kinerja Kabinet Indonesia Bersatu sudah baik dan selain itu untuk tim ekonomi sudah bekerja keras. Dikatakannya, selama satu tahun ini banyak persoalan dan masalah yang juga harus ditangani. Akibatnya, beberapa program pemerintah harus mengalami penyesuaian.
Belum Diundang
Menjawab pertanyaan soal evaluasi, Jusuf Kalla menyatakan belum diundang untuk berkoordinasi oleh Presiden. Yang jelas, katanya, evaluasi satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu merupakan komitmen Presiden Yudhoyono. Evaluasi tersebut akan segera selesai, namun Wapres belum tahu kapan persisnya. Dalam waktu yang tidak lama lagi," katanya.
Tasyakuran DPP Partai Golkar semula diisi antara lain pidato politik Jusuf Kalla sebagai ketua umum Partai Golkar.
Namun pernyataan politik itu hanya diganti dengan jumpa pers yang juga dihadiri Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, Surya Paloh, Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga dan Cosmas Batubara, mendampingi Jusuf Kalla. Rangkaian HUT Partai Golkar ke-41 yang segera dilakukan adalah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), mulai 23 Oktober 2005, selama empat hari.(Y-3)