KEY WEST - Badai Wilma sedang bergerak menuju Florida dengan kecepatan yang melambat, sehingga memberikan waktu lebih bagi warga dan petugas berwenang untuk mengantisipasinya kedatangannya.
Prakiraan dari Pusat Badai Nasional AS, Jumat, menyebutkan bahwa Wilma tampaknya akan menyerang pesisir Florida pada hari Minggu malam, atau sehari lebih lambat dari prakiraan.
Direktur Pusat Badai Nasional, Max Mayfield mengatakan, pelemahan itu membuat Wilma yang tadinya masuk badai Kategori 4 dengan kecepatan mencapai 241 km/jam, kini turun menjadi Kategori 3 dan mungkin kurang dari itu saat mencapai wilayah daratan AS nanti.
Namun, lanjut Mayfield, Wilma kemungkinan bisa tetap menjadi badai yang dahsyat saat mencapai daratan, karena badai Kategori 3 mempunyai kecepatan angin antara 127 km/jam hingga 209 km/jam.
Wilma diprakirakan akan berbelok ke arah timur laut menuju Florida setelah menyerang Semenanjung Yucatan, Meksiko di bagian barat Laut Karibia.
Mayfield mengatakan, Wilma biasanya terkategori badai besar dengan kekuatan hembusan angin yang mencapai 410 kilometer dari pusatnya sehingga bisa menebar kerusakan. "Jangan hanya terfokus pada mata badai," ia mengingatkan.
Pejabat meteorologi Florida Ben Nelson mengingatkan bahwa Wilma bisa menghasilkan sebuah putaran angin badai dengan ketinggian antara 3,6 sampai 5,1 meter.
Gubernur Florida Jeb Bush mengumumkan keadaan darurat di negara bagiannya untuk memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan penting dan tim antisipasi bencana tetap bersiaga di pos masing-masing. Ini adalah waktu untuk bersiap-siap," ujarnya di Tallahassee.
Mengantisipasi bencana, Badan Manajemen Darurat Negara Federal (FEMA) telah menempatkan stok bahan-bahan darurat di Jacksonville, Lakeland, dan Homestead. Pejabat Kepala FEMA R David Paulison mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 150 truk bermuatan es dan 150 truk bermuatan air, dan Palang Merah telah menyiapkan 200.000 makanan "Kami siap menghadapi badai, semaksimal yang bisa dilakukan," kata Paulison di Washington, Jumat.
Gubernur Florida juga mengingatkan warganya agar tidak menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) karena cadangan minyak di pelabuhan Florida cukup untuk menyuplai kebutuhan. (AP/M-12)