ap
BEREBUT BOLA - Pemain Bayern Muenchen, Valerien Ismael (kanan), berebut bola dengan pemain Juventus asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic pada pertemuan kedua klub itu di Muenchen, Jerman, Selasa (18/10).

MUENCHEN - Tuan rumah "FC Hollywood" Bayern Muenchen (Jerman) meredam kekuatan raksasa dari Italia, "Si Nyonya Tua" Juventus, 2-1, dalam pertandingan Liga Champions 2005/2006 Grup A di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Selasa (18/10).
Sebastian Deisler membuka kemenangan tim yang ditangani pelatih Felix Magath tersebut lewat golnya di menit ke-32. Enam menit kemudian, giliran Martin Demechelis yang memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 2-0. Sementara gol tunggal yang memperkecil kekalahan Juventus dicetak penyerang asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, pada menit ke-90.
Bagi Bayern, kemenangan itu memantapkan posisi mereka di puncak klasemen sementara dengan nilai sempurna, sembilan dari tiga pertandingan yang sudah diarungi. Posisi kedua ditempati Juventus dengan nilai enam, diikuti FC Brugge (Belgia) dengan nilai tiga dan Rapid Vienna (Austria) yang belum memperoleh nilai.
Dalam pertandingan lainnya di Grup A, Brugge juga berhasil meredam kekuatan tamunya, Rapid, dengan skor tipis 1-0. Satu gol kemenangan Brugge dicetak Bosko Balaban pada menit ke-75.
Meskipun Bayern memenangkan pertandingan ketiganya, sang pelatih, Felix Magath, mengaku tidak puas dengan penampilan pasukannya, khususnya pemain di sektor depan. Menurut dia, para pemain depan gagal memberikan kontribusi.
"Kami bermain sangat baik, tapi kami tetap melewatkan peluang untuk mencetak lebih banyak gol," kata Magath. "Kami seharusnya bisa menang dengan selisih gol yang lebih besar," tambahnya.
Jika melihat penampilan para penyerang Bayern, Magath memang pantas kecewa. Pasalnya, dua gol kemenangan Bayern dicetak oleh dua gelandang, Deisler dan Demechelis. Sementara penyerang asal Belanda, Roy Makaay, yang diharapkan mencetak gol pertama setelah berpuluh-puluh hari mandul, tetap tidak beruntung. "Dia (Makaay) bermain baik, tapi dia tetap tidak mencetak gol," kata Magath.
Pelatih Juventus, Fabio Capello, menyesalkan kegagalan timnya meraih angka di Muenchen. Ini merupakan kekalahan pertama Juventus dari 10 pertandingan terakhirnya. Juventus belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan di Liga Italia Seri A, dan memenangkan dua laga di Liga Champions sebelum dini hari ini.
"El Barca" Gagal
Dalam pertandingan di Grup C, juara Liga Spanyol tahun lalu, "El Barca" Barcelona, gagal menuai kemenangan dalam lawatannya di Athena, Yunani. Tim asuhan pelatih Frank Rijkaard ini harus puas bermain imbang tanpa gol (0-0) melawan tuan rumah, Panathinaikos, di Stadion Olimpiade Athena. Dalam pertandingan lainnya di Grup C, Udinese (Italia) juga bermain imbang saat menghadapi Werder Bremen (Jerman) dengan skor 1-1.
Kegagalan Barcelona memang tidak menggoyahkan mereka dari puncak klasemen Grup C, dengan koleksi tujuh poin. Tapi, posisi Barcelona makin didekati oleh Udinese dengan nilai empat.
Di Stadion Olimpiade Athena, para pemain sektor depan Barcelona, Samuel Eto'o, Henrik Larsson, dan Ronaldinho, bergantian mengancam gawang lawan yang dikawal kiper Mario Galinovic. Tapi, tak satu pun membuahkan gol.
Panathinaikos pun bukan tanpa peluang. Sandor Torghelle dan Evangelos Mantzio sama-sama memperoleh peluang emas, tapi selalu gagal.
Di pertandingan lain yang digelar di Friuli, Udinese menempatkan diri di posisi kedua Grup C setelah bermain imbang dengan Bremen 1-1. Gol wakil Italia tersebut dicetak Antonio Di Natale. Sedang gol Bremen diperoleh lewat gol bunuh diri Felipe. Felipe membuat Bremen unggul pada menit ke-69.
Namun, pemain berposisi bek ini membuat gol bunuh diri dengan sundulannya ketika hendak mencegah bola hasil tendangan bebas Christian Schulz. Untung, Udinese selamat dari kekalahan. Pemain pengganti, Di Natale, menjadi penyelamat tim setelah memanfaatkan umpan Stefano Mauri menjadi gol pada menit ke-85. (AP/F-4)