JAKARTA - I Gusti Kompyang (IGK) Manila secara resmi berpamitan kepada jajaran pengurus Persija Pusat di Jakarta, Selasa (18/10) malam. Dengan begitu, resmi pulalah Manila meletakkan jabatannya sebagai manajer tim yang berjulukan "Macan Kemayoran" tersebut.
"Ibarat roti, kalau terlalu lama dalam panggangan tentu juga rasanya tidak enak. Saya juga merasa sudah terlalu lama di tim Persija Pusat ini, dan sudah waktunya sekarang ini menyerahkan posisi manajer tim kepada orang lain, yang tentunya saya harapkan bisa mengantar Persija ke posisi yang jauh lebih baik," demikian antara lain dikemukakan Manila dihadapan peserta rapat Pengurus Harian Persija di Hotel Grand Melia, Jakarta, Selasa (18/10) malam.
Menurut Manila, dia memang sudah tidak ingin lagi berlama-lama berada di kubu tim "Macan Kemayoran", karena merasa sudah kurang mampu lagi menghadapi tantangan yang kian besar dalam pergulatan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Ke depannya, dinamika persepakbolaan nasional membutuhkan orang-orang yang juga bisa mengikuti perkembangannya secara dinamis, sementara dia sendiri merasa tak bisa lagi larut dalam persaingan yang ada. "Karena usia saya juga semakin tua," kata mantan Danpuspom TNI berusia 64 tahun itu.
"Saya merasa sudah sulit untuk melaksanakan fungsi manajer tim secara utuh dan penuh pada musim kompetisi mendatang, karena itu saya tak berniat lagi memperpanjang kontrak yang kebetulan habis akhir tahun ini," tambah Manila.
Rapat pengurus harian Persija Pusat yang diikuti oleh seluruh anggota perserikatan Persija Pusat itu antara lain dilaksanakan untuk menyikapi tantangan yang dihadapi tim Persija Pusat pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2006 mendatang.
Menyayangkan
Menyikapi tidak bersedianya lagi IGK Manila menjabat manajer tim Persija Pusat tersebut, Ketua Umum Persija Pusat Kol TNI (AU), Anggoro amat menyayangkannya karena menurutnya Manila merupakan salah satu figur pemersatu yang sangat dibutuhkan tim.
"Kebersamaan yang begitu menonjol di tim Persija Pusat sekarang ini antara lain karena kepemimpinan pak Manila itu," kata Anggoro.
Menurut Anggoro, rapat pengurus harian Persija Pusat ini tidak terlalu membicarakan masalah-masalah teknis. Namun demikian, katanya, dalam evaluasi yang sudah dilakukan para anggota, ada keinginan agar manajemen tim Persija Pusat dalam perekrutan pemain tidak terlalu banyak menghambur-hamburkan dana dengan mengirim orang sampai ke luar negeri. Pencarian pemain, dan juga pelatih, bisa lebih efektif dilakukan melalui agen-agen yang sudah terdaftar resmi di PSSI.
Sementara itu, ketua pengelola Persija Pusat yang ikut hadir dalam acara ini Firman Hutajulu kembali menegaskan bahwa secara umum prestasi tim Persija Pusat di bawah kendali Manila tidaklah buruk. "Di musim kompetisi lalu kita menempati peringkat ketiga, dan sekarang ada di posisi kedua, jadi itu tidak buruk," katanya.
Terkait dengan perekrutan pemain untuk menghadapi musim kompetisi mendatang, Firman mengatakan, manajemen tim baru akan melakukan perektutan itu seusai final Piala Indonesia. "Kita konsentrasi dulu menghadapi final Piala Indonesia, setelah itu baru bicara soal kontrak pemain untuk musim kompetisi 2006," katanya.
Disinggung tentang kemungkinan adanya kuota pemain asing untuk musim kompetisi mendatang, Firman mengatakan, jumlah lima pemain yang bisa dikontrak setiap klub pada musim kompetisi 2005 sebenarnya masih bisa dipertahankan. Yang penting, katanya, Badan Liga Indonesia (BLI) bisa membuat patokan dari harga kontrak setiap pemain. "Lebih baik lagi kalau standarisasi itu juga bisa dibuat untuk pemain lokal, sesuai dengan kemampuan dan nama besarnya," katanya. (F-4)