Yoce Giego Diaz Goteres (26) turis asal Spanyol yang terseret ombak Pantai Parangtritis, Minggu (16/10) sekitar pukul 13.00, masih dicari tim SAR Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga Selasa (18/10), korban belum ditemukan..
Menurut Tarufiq Fakih Usman, anggota Tim SAR Parangtritis, Yoce Giego ke Parangtritis bersama Wanesa Osada (25), dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dua rekannya lain, Agus dan Dimas.
"Mereka langsung menuju Parangendog yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Pos SAR Parangtritis. Yoce sebenarnya hendak mencuci kaki, tetapi tiba-tiba ombak besar datang menghantamnya dan kebetulan, korban berdiri di karang berpalung," katanya.
Karena tidak bisa berbuat banyak, Wanesa dan dua kawannya, langsung melaporkan kepada Tim SAR di Pos yang jaraknya cukup jauh itu. Saat Tim SAR datang ke lokasi, tubuh Yoce sudah tak kelihatan lagi.
Tim SAR Parangtritis masih terus mencari. Mereka menyisir ke arah timur kawasan Parangendhog hingga Girijati Panggang Gunungkidul dengan melibatkan nelayan dari Pantai Depok. Dalam pencarian Senin (17/10) kemarin dilakukan hingga pukul 13.00 WIB, karena ombak mulai meninggi ditambah cuaca yang buruk. (SKA/W-5)
Sebanyak 60 bus disiapkan khusus untuk mudik para pekerja dari Surabaya ke berbagai kota di Jawa Timur secara gratis atau cuma-cuma. Langkah ini dilakukan guna mengurangi kepadatan pemudik di terminal Purabaya Surabaya, dengan volume penumpang menjelang Lebaran diperkirakan 150.000 orang per hari.
Bus yang disiapkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Surabaya ini, semuanya menggunakan pendingin ruangan. Pemberangkatan pertama 1 November, sebanyak 44 bus dari Gudang Perhutani Jalan Margomulyo dan kedua 2 November dari Wisma Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) 16 bus.
''Pemberangkatan mudik gratis para pekerja ini akan dilepas resmi Wali Kota Surabaya, Bambang DH,'' kata Kadis Perhunungan Surabaya, Bambang Suprihadi di Surabaya, Selasa (18/10).
Menurut Bambang, para pekerja cukup menunjukkan kartu identitas dari perusahaan di mana mereka bekerja dan mereka bisa mengajak anak dan istrinya. Pendaftaran di tiga lokasi Kadin Surabaya, Wisma SIER dan Kantor Perhutani Jalan Margomulyo Surabaya.
Bus khusus mudik Lebaran ini dari Surabaya menuju berbagai kota di Jawa Timur antara lain, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi. (080)
Limbah Sawit yang cukup banyak di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, potensial dimanfaatkan sebagai alternatif pembangkit listrik. Menurut Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Barat, Ir Zamrul Arifin, di Bangka, baru-baru ini. Limbah sawit itu bisa diubah menjadi bio gas.
Di atas kertas dia sudah menghitung, biogas itu bisa menghasilkan listrik sekitar tiga hingga enam megawatt. Dengan demikian 5.000 rumah di sana bisa dialiri listrik dengan daya masing-masing 450 watt.
Ia menyebutkan, suda ada investor yang berminat mendaur ulang limbah sawit itu menjadi bio gas. Namun dia belum bersedia mengungkap siapa investor itu termasuk jumlah investasinya. (055)
Ratusan ekor ayam kembali mati mendadak di Kuala Bekala, Tembung dan Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Ternak masyarakat tersebut mati karena terindikasi tertular virus flu burung (Avian Influenza).
"Ayam-ayam ini matinya mendadak. Kemungkinan karena tertular virus flu burung. Kejadian ini hanya berkelang dua hari saja. Jumlah ayam milik saya yang mati mencapai 30 ekor," ujar Lukman saat ditemui Pembaruan di Tembung, Rabu (19/10) pagi.
Selain di Tembung, virus flu burung juga menyebar di Kuala Bekala Kecmatan Medan Johor. menyusul kejadian ini, Dinas Peternakan Kota Medan mengharapkan bantuan pemerintahan provinsi untuk menyalurkan vaksinasi.
"Jumlah vaksinasi yang kami butuhkan mencapai 120 ribu vaksin. Sebelumnya kami sudah melakukan vaksinasi sebanyak 100.773 ekor ayam dan 23.369 ekor unggas di setiap kecamatan di kota ini," ujar Kepala Sub Dinas Pertanian Kota Medan, Ir Chaeruddin.
Chaeruddin mengatakan, penularan virus flu burung yang mematikan ternak ayam milik masyarakat kembali mewabah di sejumlah daerah, dipastikannya terjadi karena belum adanya permintaan dari masyarakat peternak kepada pihak dias peternakan untuk melakukan vaksinasi. (AHS/W-5)