SUARA PEMBARUAN DAILY

Batu Bara Belum Bisa Diterima

JAKARTA - Sebagian masyarakat ternyata belum bisa menerima penggunaan kompor briket batu bara. Selain karena merasa kesulitan dalam mendapatkan pasokan batu bara, mereka juga mengkhawatirkan efek samping yang mungkin timbul pada makanan.

Atun, warga Pasar Manggis, Jakarta Selatan, mengaku tidak berani menggunakan kompor briket batu bara karena khawatir makanannya akan beracun terkena bahan bakar yang digunakan saat memasak. "Enggak berani nyoba ah, takut nanti makanannya kenapa-kenapa kena batu baranya. Nanti malah jadi berbahaya buat keselamatan," katanya kepada Pembaruan, Rabu pagi.

Rodiah yang tinggal di Pasar Rumput, Jakarta Selatan berharap pemerintah memberikan penjelasan yang lengkap mengenai efek samping yang mungkin timbul jika menggunakan kompor briket batu bara. "Sekarang kan informasi soal penggunaan kompor briket ini belum banyak. Saya jadi belum berani pakai. Bagaimana cara menggunakan dan pemeliharaannya, saya sama sekali tidak tahu," ujarnya.

Selain itu, samungnya, kompor briket batu bara juga masih sulit di temukan di sejumlah tempat di Jakarta. "Kalau kompornya sih saya pernah lihat, tapi sepertinya belum banyak di jual bebas, apalagi batu baranya. Kalau nanti saya pakai malah jadi repot lagi nyari batu baranya, belinya di mana masih susah. Mending pakai minyak tanah walau mahal tapi jelas bisa beli di mana," tuturnya.

Belum banyaknya persediaan kompor briket batu bara di pasaran dibenarkan Kepala Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT Dr Agus Rusyana Hoetman. BPPT telah bekerja sama dengan sejumlah bengkel untuk memproduksi tungku briket batu bara yang sesuai dengan jenis batu bara yang telah dikembangkan oleh B2TE. (Y-6)


Last modified: 19/10/05