JAKARTA -Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional Indonesia Anti Korupsi dan Nepotisme meminta Menteri Dalam Negeri M Ma'ruf menunda pelantikan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih yakni Agusrin Mariyono Najamuddin dan M Syamlan, November mendatang.
"Sebab Agusrin terkait kasus dugaan korupsi dan kasus itu sudah kami laporkan ke KPK sebelum Pilkada Bengkulu dimulai. Sebaiknya pelantikan ditunda hingga kasus dugaan korupsi itu tuntas ditangani," ujar Ketua Forum, M Syamsul Rizal kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/10).
Dia menjelaskan, Agusrin melalui perusahaannya PT Asah Karya Group (PT AKG) terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Bengkalis, Provinsi Riau.
Menurut Syamsul, proyek yang menggunakan dana sebesar Rp 90 miliar dari APBD Provinsi Riau tahun 2004. Ternyata, lanjut dia, PT AKG tidak melaksanakan proyek sesuai dengan kontrak, seperti pembayaran biaya konsultan sebesar Rp 7 miliar dan sejumlah peralatan kesehatan seperti mesin Sinar X, mesin Anasthesi, Minor Basic, dan Vena Seltio Set, yang seharusnya diadakan, ternyata tidak. Total dana yang tidak terealisasikan dari dua komponen itu sebesar Rp 35 miliar.
Dikatakan, meskipun kasus di Riau itu belum usai, tetapi Agusrin tetap maju menjadi calon gubernur di Bengkulu.
Pada kesempatan itu Syamsul juga mengatakan, Mendagri sebaiknya juga mendengar masukan dari masyarakat bahwa Pilkada Bengkulu bermasalah. Sebab ada sekitar 20.000 suara yang digelembungkan.
Berdasarkan catatan, pasangan Agusrin/Syamlan terpilih menang dalam Pilkada putaran kedua yang digelar 1 Oktober lalu.
Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Bengkulu, Selasa (11/10), yang dipimpin ketuanya, Zainawi Yazid.
Pasangan Agusrin/Syamlan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bintang Reformasi (PBR) berhasil mengungguli saingannya Muslihan Diding Sutrisno dan Patrice Rio Capella yang didukung PAN dan Partai Demokrat.
Hasil rekapitulasi yang dilakukan KPUD, Agusrin/Syamlan meraih 339.647 suara atau 54,17 persen dari 627.045 suara sah. Sedangkan Muslihan/Rio meraih 287.398 suara (45,83 persen). (Y-4)