BEKASI - Pembangunan jalan tol lingkar luar ruas Hankam-Cikunir sepanjang delapan kilometer, diupayakan selesai tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini diungkap oleh Staf Teknis PT Istaka Karya, Hermansyah, yang ditemui Pembaruan di lokasi proyek tersebut, Selasa (18/10).
"Paling tidak, pada saat itu sudah terlihat bangunan jalan tol. Bahkan kalau diperlukan dapat dipergunakan untuk memecah kepadatan arus lalu-lintas saat mudik," katanya.
Pengerjaan pembangunan jalan tol tersebut, menurut dia, sudah rampung hingga mencapai 80 persen. "Tinggal beberapa titik yang saat ini tertunda pengerjaannya karena proses pembebasan lahan tersebut belum selesai. Sebagai pelaksana, kita hanya dapat menunggu saja," katanya.
Berdasarkan pengamatan Pembaruan, terlihat proses pengerjaan yang terus dilakukan oleh pihak pengembang. Meski pada beberapa titik masih terlihat rumah dan tanah milik warga yang memotong ruas tol tersebut, namun secara keseluruhan ruas jalan tol tersebut sudah terlihat bentuknya. Bahkan ada ruas jalan yang telah dipasangai lampu-lampu penerangan jalan umum.
Data yang diperoleh Pembaruan menunjukkan, pengerjaan jalur sepanjang delapan kilometer tersebut sebenarnya sudah melewati batas waktu yang ditentukan.
"Pada awalnya, target penyelesaian jalan ini adalah Januari 2004. Namun, karena ada beberapa kendala secara teknis dan berlarutnya pembebasan lahan, penyelesaiannya pun mundur," jelasnya.
Pengerjaan proyek oleh dua perusahaan konstruksi, yakni PT Istaka Karya dan PT Nindya Karya. Masing-masing perusahaan memperoleh jatah sepanjang empat kilometer.
Untuk ruas yang Jati Asih-Cikunir, tuturnya, akan diusahakan selesai sesuai dengan target waktu yang ditetapkan oleh PT Jasa Marga. "Meski ada beberapa hambatan secara teknis, namun kita berusaha menyelesaikannya sesuai waktu," katanya.
Hal ini juga ditegaskan Humas PT Jasa Marga, Zuhdi Saragih. Menurutnya, pembukaan ruas tol tersebut dilakukan jika terjadi penumpukan kendaraan di kawasan Cawang, Halim, dan UKI. "Tol Hankam-Cikunir difungsikan untuk mengurangi beban lalu lintas di tiga titik itu," jelasnya. Namun, dia kembali menegaskan, pembukaan ruas tol tersebut sifatnya sementara.
Untuk itu, menurutnya, pihak PT Jasa Marga tidak akan mengenakan tarif kepada pengguna jalan yang melintasi ruas tersebut. "Tarif baru dikenakan setelah pengguna memasuki ruas tol Jakarta-Cikampek," jelasnya.
Menjaga
Sementara itu, warga yang bermukim di sekitar jalan tol layang dalam Kota Jakarta diminta ikut menjaga konstruksi jalan demi keselamatan para pengguna jalan dan masyarakat sendiri. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Jarot Basuki, dalam acara bakti sosial di kolong tol Sungai Bambu, Jakarta Utara, Senin (17/10).
"Tanpa ada kesadaran dari para warga untuk bekerja sama, pengelola jalan tol akan kesulitan menerapkan standar keselamatan yang optimum bagi para pengguna jalan," kata Jarot Basuki di hadapan sekitar 2.000 warga yang menghadiri acara bakti sosial PT CMNP Tbk.
Imbauan serupa kepada warga di sekitar jalan tol disampaikan oleh Camat Tanjung Priok, Tjiptono. "Kalau jalan tol layang ini ambruk, yang akan terkena adalah warga yang ada di sekitarnya. Karena itu, kolong tol tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat membahayakan konstruksi jalan di atasnya," kata Tjiptono.
Bakti sosial PT CMNP Tbk yang berlangsung sehari penuh diisi oleh berbagai kegiatan, antara lain karnaval 500 sepeda onthel bertema "Gerakan Anti Narkoba", pengobatan gratis untuk 1.000 warga kurang mampu, dan pembagian 800 bibit pohon untuk ditanam oleh warga. (PS/M-6/N-6)