SUARA PEMBARUAN DAILY

Orang Mati Didaftar Menerima Dana Kompensasi

Kesalahan BPS Keterlaluan

JAKARTA - Sekurangnya tujuh nama di Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat, dimasukkan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam daftar penerima kartu kompensasi BBM (KKB). Padahal, ketujuh orang itu sudah tak bernafas lagi alias meninggal dunia. "Bukan sekadar tak layak menerima dana kompensasi BBM, kasus ini sangat kami sesalkan. Karena itu, kami mencabut KKB tujuh nama itu, dan selanjutnya kami laporkan ke BPS untuk dilakukan pengecekan ulang," kata Lurah Kartini, Fauzi di Jakarta, Selasa (18/10) siang.

Semula katanya, 462 keluarga yang mendapat KKB di Kelurahan Kartini, sekarang tinggal 455 keluarga setelah tujuh orang dicoret.

Sementara itu, tujuh orang juga di kelurahan Gunung Sahari Utara yang didaftar mendapat KKB, ternyata sudah tidak lagi tinggal di kawasan itu. Lurah Gunung Sahari Utara, Suryadien, menyebut ada banyak kesalahan pendataan oleh BPS.

"Ini keterlaluan, keluarga yang benar-benar miskin malah tidak terdaftar sebagai penerima KKB," katanya.

Di Karang Anyer, Sawah Besar, Jakpus, juga tercatat 25 keluarga ditarik KKB-nya, setelah pengecekan diketahui tak layak menerima KKB, sesuai 14 kriteria miskin yang jadi acuan BPS. Lalu di Mangga Dua, sebanyak 56 orang dibatalkan juga KKB-nya, setelah ada pengecekan lapangan.

Sementara itu, ribuan warga dari tiga kelurahan di Bekasi, Jawa Barat yakni Srijaya, Mekarsari, dan Srimukti mendatangi kantor pos pembantu cabang Tambun, Bekasi, Rabu (19/10). Warga yang datang ke kantor pos tersebut menggunakan berbagai kendaraan seperti truk, angkot, dan sepeda motor.

Sebagian besar datang ke kantor mulai pukul 06.00 WIB. Solihin, salah seorang warga dari Kecamatan Srimukti mengaku, sudah tiba di kantor pos sejak pukul 07.00 WIB, namun hingga pukul 11.00 WIB masih menanti giliran, karena kartu yang dipegangnya masih bernomor 1.642.

Hingga berita ini diturunkan, pukul 11.00 WIB, nomor urut yang dipanggil masih 1.550. Berdasarkan pengamatan Pembaruan, penyaluran dana kompensasi BBM berjalan lancar, meski warga memenuhi halaman kantor pos.

Tenda berukuran 2 x 2 meter yang dipasang pihak kantor pos tidak dapat menampung ribuan warga yang berkumpul di halaman. Oleh karena itu ada beberapa warga yang terpaksa berdiri di luar halaman kantor pos di bawah terik matahari. Banyaknya warga yang menunggu di luar halaman kantor pos menyebabkan arus lalu lintas agak tersendat.

Sementara sejumlah warga yang masih menunggu giliran tampak berdiri di depan pabrik kosmetika, yang tepat berada di seberang kantor pos. Mereka berteduh di balik pepohonan sambil menikmati minuman ringan. Warga yang berkumpul di tempat tersebut sebagian besar ibu-ibu yang berusia sekitar 45 tahun.(B-14/PS/N-3)


Last modified: 19/10/05