BOGOR - Harga minyak tanah di Kabupaten Bogor melonjak tajam, jauh lebih tinggi dari harga yang dipatok pemerintah. Tinah (30), yang ditemui Pembaruan di Kampung Pabuaran, Cibedug, Kabuaten Bogor, Senin (3/10), mengatakan, dia terpaksa membeli minyak tanah seharga Rp 3.500/liter di warung dekat rumahnya. "Terpaksa saya beli sebab sejak Sabtu (1/10) lalu saya tak dapat minyak tanah. Tak ada warung yang menjualnya karena katanya tidak dapat kiriman dari agen," katanya.
Edi (50), warga Kebun Kelapa, Tanah Sareal, Kota Bogor, membeli minyak tanah Rp 3.000/liter. "Masih untung saya dapat lima liter karena sejak Sabtu tak ada warung yang jualan minyak tanah," katanya. Menurut pantauan, sejak Sabtu sampai Senin pagi ini, minyak tanah masih langka di Kota dan Kabupaten Bogor. Hampir tak ada penjual minyak tanah eceran dengan gerobak dorong lewat di jalan-jalan perumahan.
Di Bantarkemang serta Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Miswar, Lubis, Mimin, dan Cicih yang selama ini menjual minyak tanah eceran mengaku kehabisan persediaan, sama dengan yang dihadapi agen-agen di Sukasari. Ditanya, kapan lagi menjual minyak tanah mereka tak bisa memastikannya. "Mungkin Selasa besok,'' kata Mimin (49).
Dampak kenaikan harga BBM juga sangat dirasakan warga Depok. Harga minyak tanah yang sebelumnya Rp 700 per liter menjadi Rp 2.000 dan ternyata di tingkat eceran menjadi Rp 3.000 per liter. ''Minyak tanah ini bukan naik Bu harganya. Kalau naik itu kan cuma sedikit, minyak tanah harganya berubah," kata Ujang (42), pedagang dorongan eceran, di Bakti Jaya, Depok Timur.
Nyonya Manda (45), warga Depok Timur, yang membeli lima liter minyak tanah, mengeluh mahalnya harga itu. Ibu empat anak itu mengatakan dia mencoba mengombinasikan antara memakai kompor gas dan kompor minyak.
Menurut beberapa ibu di Depok Timur, harga sayur- mayur dan ikan naik bervariasi. Misalnya cabai keriting dari Rp 22.000 menjadi Rp 25.000/kg, tomat dari Rp 2.000 jadi Rp 3.500/kg. Sedang harga beras naik antara Rp 500 hingga Rp 1.000 per liter.
Dari Bekasi, Jawa Barat dilaporkan, salah satu jenis bahan pokok yang harganya naik drastis adalah daging sapi, menjadi Rp 60.000 dari sebelumnya Rp 30.000 per kilogram.
Meskipun harga beberapa jenis bahan pokok naik, namun harga ayam potong relatif masih stabil. Harga ayam per kilogram antara Rp 9.500 hingga Rp 10.000. Menurut seorang pedagang ayam, harga ayam potong berukuran kecil adalah Rp 12.500 per ekor. Sedangkan yang berukuran besar Rp 15.000 per ekor. (PS/HR/126/R-8)