SUARA PEMBARUAN DAILY

Kelangkaan Pupuk di Jambi

JAMBI - Wakil Gubernur Jambi Drs H Anthony Zeidra Abidin sangat prihatin terhadap kelangkaan pupuk yang belum juga teratasi. Kelangkaan pupuk mengakibatkan sebagian besar petani tanaman pangan dan kebun rakyat tidak memupuk tanamannya.

Keprihatinan tersebut diungkapkan Anthony Zeidra Abidin ketika tampil sebagai pembicara utama pada Lokakarya Distribusi Pupuk di Provinsi Jambi yang diselenggarakan Jambi Journalist Club (JJC) di Novotel Jambi, Sabtu (1/10). Seminar yang dihadiri sekitar 60 orang dari kalangan pengusaha perkebunan dan wartawan itu menampilkan pembicara Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Ir H Supranto Aribowo MM, Kepala Cabang PT Pusri Jambi Nasrullah Nawir SSos dan wartawan Kompas Nasrul Thahar.

Menurut Anthony Zeidra Abidin, untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi di tingkat petani kecil Tim Pengawas Penyaluran Pupuk Provinsi Jambi dan kabupaten diminta lebih proaktif mengatasi penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi. Pengawasan itu penting agar pupuk bersubsidi tidak sampai dialihkan pihak-pihak tertentu kepada perusahaan perkebunan sawit swasta.

Sangat rendah

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Ir H Supranto Aribowo MM pada kesempatan itu mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi tidak pernah dapat tertanggulangi akibat ketersediaannya yang sangat rendah dibandingkan dengan kebutuhan.

Dijelaskan, ketersediaan pupuk bersubsidi jenis urea untuk perkebunan rakyat di daerah itu hanya 11.562 ton sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Pertanian. Sedangkan kebutuhan pupuk urea bersubsidi di daerah itu mencapai 103.142 ton dengan luas areal perkebunan rakyat sekitar 59.599 hektare.

Jadi, kekurangan pupuk urea bersubsidi di Jambi mencapai 91.580 ton (88,79 persen). Kemudian ketersediaan pupuk bersubsidi jenis SP-36 hanya 3.138 ton atau hanya sekitar 3,64 persen dari kebutuhan sekitar 86.187 ton. Ketersediaan pupuk KCl bahkan kosong.

Padahal kebutuhan pupuk KCl untuk perkebunan rakyat mencapai 102.068 ton.

Kepala Cabang PT Pusri Jambi Nasrullah Nawir SSos mengungkapkan, kebutuhan pupuk urea bersubsidi di Provinsi Jambi berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2005 sekitar 65.052 ton.

Dikatakan, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi hingga Agustus lalu baru 22.457 ton atau sekitar 34 persen dari persediaan. Realisasi penyaluran pupuk untuk tanaman pangan sangat rendah, yakni baru sekitar 5.496 ton atau sekitar 10 persen. Sedangkan realisasi pupuk urea bersubsidi untuk perkebunan rakyat justru sangat tinggi, yakni mencapai 16.555 ton atau sekitar 143 persen dari alokasi. (141)


Last modified: 3/10/05