SUARA PEMBARUAN DAILY

Jakarta Jelang Pagi

Kue Balok alias Kue Pancong

BAGI sebagian besar orang, pekerjaan menunggu merupakan hal yang sangat membosankan. Apalagi jika hal itu dilakukan pada waktu tertentu, seperti subuh hari. Hal itu yang dialami Pembaruan saat harus menunggu angkutan kota, di Jalan Veteran, Jembatan Merah, Bogor, beberapa waktu lalu. Untung saja, tidak jauh dari tempat menunggu terdapat sebuah pedagang kue pancong dan kopi hangat. Ah, lumayan sebagai pengisi perut yang kosong.

Sambil menunggu kopi hangat yang dipesan, Pembaruan mencicipi satu kue yang disediakan di atas meja kecil. Aminah (40), sang pedagang, menjelaskan, kue tersebut pada awalnya disebut kue balok. Namun, karena dimasak dengan menggunakan besi yang menyerupai pancong, maka kue tersebut beralih nama menjadi kue pancong. "Sekarang orang lebih kenal dengan kue pancong, Mas," katanya.

Dalam berjualan, Aminah tidak bekerja sendirian. Bersama suaminya, mereka menggelar dagangan di lokasi tersebut mulai pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 07.00 WIB. Selama berjualan di lokasi tersebut, menurutnya, pembeli mereka kebanyakan merupakan laki-laki. "Wah jarang sekali perempuannya. Kalau pun ada, biasanya cewek gituan yang suka nongkrong di sini," katanya.

Selama beberapa waktu duduk di bangku panjang yang ada di sekitar meja, Pembaruan melihat berbagai karakteristik pembeli yang cukup berbeda satu sama lain. Ada pembeli yang sepertinya baru pulang kerja dan ada pula pembeli yang memang sedang 'bekerja' tidak jauh dari lokasi tersebut, seperti tukang parkir, tukang becak, dan sebagainya. Selama bulan puasa nanti, menurutnya, ia akan menutup dagangannya selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, ia mengaku, akan menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama tidak berdagang.

"Lumayan lah. Kurang-kurang dikit nanti dibantu ama anak saya. Dia sudah kerja kok," katanya. Saat ditanya berapa jumlah kue yang dijualnya setiap hari, ia mengaku, tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya. Namun, menurut dia, adonan untuk membuat kue yang dibawa setiap hari sekitar satu ember berukuran sedang. "Pokoknya segini aja tiap hari bawanya," jelasnya sambil menunjukkan ember yang ada di dekat kakinya.

Mengenai harga, satu kue pancong dijual seharga Rp 500. Sedangkan, satu gelas kopi dan kopi susu hangat dijualnya masing-masing seharga Rp 1.500 dan Rp 2.000. Aminah mengatakan, sebagian besar pembeli selalu memesan kopi atau kopi susu hangat sambil mencicipi kue pancong eh, balok. (PS/N-3)


Last modified: 3/10/05