SUARA PEMBARUAN DAILY

TDL Tak Naik hingga Akhir 2005

JAKARTA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga akhir 2005, meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan rata-rata 126 persen. Dampak kenaikan BBM terhadap penyediaan energi listrik, akan ditutupi dari peningkatan subsidi BBM.

Demikian diungkapkan Direktur Utama PLN, Eddie Widiono, di Jakarta, Minggu (2/10). Selain subsidi, PLN juga mengusahakan efisiensi penggunaan BBM untuk pembangkit hingga 9,8 persen.
''DPR juga sudah menyiratkan persetujuan penambahan subsidi tambahan untuk PLN dari 8 triliun rupiah menjadi 12 triliun rupiah guna pembelian BBM,'' ujar Eddie.

Meski demikian, dia mengingatkan, mengenai dinaikkan atau tidaknya TDL pada 2006, bergantung pada subsidi yang diberikan pemerintah serta peningkatan efisiensi lebih lanjut.

Eddie mengakui, kenaikan harga BBM juga akan memengaruhi PLN untuk mencapai biaya impas tahun 2005. Namun pihaknya akan melakukan berbagai cara dalam waktu tiga bulan tersisa.

Mengenai persiapan PLN menghadapi kemungkinan beralihnya sejumlah industri dari pemakaian BBM sendiri ke listrik PLN untuk operasional, Eddie berharap, kalaupun ada kenaikan beban tidak terlalu tinggi. ''Pemakaian BBM itu memang bergantung pada pelanggan industri kita. Karena sewaktu harga BBM naik pada Maret 2005, terjadi lonjakan beban listrik yang sangat tinggi,'' ujar Eddie.

Menurutnya, hal itu dapat menyebabkan PLN merevisi kembali angka konsumsi BBM dari 11,4 juta kiloliter untuk 2005. Alokasi yang terbatas, akan disikapi melalui dialog dengan industri mengenai hal itu.

Eddie menambahkan, PLN saat ini juga akan mengupayakan percepatan dari sejumlah kontrak gas agar bisa segera direalisasikan untuk mengurangi pemakaian BBM bagi pembangkitan.

Sementara itu, Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN, Ali Herman Ibrahim menambahkan, meskipun PLN menargetkan pengurangan pemakaian BBM hingga 3 juta kiloliter pada 2006, atau dari 11,4 juta kiloliter menjadi 8,5 juta kiloliter, namun biaya pembelian BBM diperkirakan tetap tinggi.

"Biaya BBM PLN pada 2006 bisa naik 80 persen karena harga BBM naik sekitar 100 persen. Harganya mungkin naik 15 triliun rupiah, dibanding tahun ini yang diperkirakan lebih 15 triliun rupiah,'' ujar Ali Herman. (Ant/A-17)


Last modified: 3/10/05