
JAKARTA - Masyarakat di kota Jambi menganggap Pertamina setempat tidak menepati janji menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) solar dan premium ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Beberapa SPBU di kota Jambi pada Minggu (25/9) sore sudah kehabisan solar dan premium.
Seorang warga di sana, M Purba saat ditemui Pembaruan sedang mengantre BBM di SPBU Paal X Kotabaru mengatakan, pihak Pertamina Jambi telah membohongi masyarakat, padahal sebelumnya sempat menyatakan akan menjamin ketersediaan BBM.
Di Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, sebagian besar truk pengangkut tandan buah segar berhenti beroperasi karena kesulitan mendapatkan solar
Akibat langkanya BBM di Sungaibahar, harga solar di tingkat eceran melonjak Rp 4.000 per liter, dan harga premium Rp 6.500 per liter.
Selain harganya melambung, BBM di daerah itu juga sulit diperoleh karena sebagian besar pengecer tidak mendapatkan BBM menyusul larangan membeli menggunakan jerikan.
Antrean masyakat yang hendak membeli BBM di sejumlah SPBU dan pangkalan juga terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat.
Selain langka, masyakarat harus membeli premium Rp 5.000, per liter di kios pengecer.
Mariani (24), petugas SPBU mengakui, antrean untuk mendapatkan BBM sejak dua hari terakhir ini semakin panjang. Akibatnya, BBM yang didistribusikan ke SPBU dalam waktu singkat langsung habis.
Kelangkaan BBM, terutama premium juga mulai dialami masyarakat Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sejak kemarin, banyak SPBU yang belum mendapat pasokan BBM dari Pertamina.
Sejumlah SPBU di sepanjang Jalan Majapahit memasang tanda pengumuman ''Premium/Bensin Habis''. Sedangkan SPBU di Jalan Pandanaran yang pagi tadi mendapat pasokan, dijejali kendaraan bermotor yang mengantri untuk mendapatkan premium.
Para petani di Jateng juga mengeluhkan pasokan solar yang tidak lancar, menjelang kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Mereka cemas, karena awal Oktober depan mulai masuk musi tanam.
Dari Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU masih terjadi. Pengguna kendaraan bermotor mengaku kecewa dan bingung dengan kondisi yang terjadi. Sebab, beberapa waktu lalu Gubernur Sumbar dan Kepala Cabang Pertamina setempat menjamin ketersediaan BBM, namun kenyataannya BBM masih saja sulit diperoleh.
Warga Kabupaten Sawahlunto Sijunjung juga mulai menghadapi kelangkan premium. "Saya terpaksa tidur dalam mobil karena bensin sudah kering," kata Asril, seorang pengendara yang memarkir mobilnya di jalan Solok-Sijunjung, kemarin.
Sejumlah ibu rumah tangga di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sejak sebulan terakhir terus gelisah, menyusul kelangkaan bahan bakar minyak tanah dalam sebulan terakhir. (BO/143/147/146/141/142)