SUARA PEMBARUAN DAILY

Bambang Nurdiansyah: Inilah Kami yang Sesungguhnya

JAKARTA - Tim "Mahesa Jenar" PSIS Semarang berhasil membuktikan sebagai salah satu tim elite Indonesia dengan menjadi juara tiga Kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2005. Gelar itu mereka sandang setelah mengalahkan tim PSMS Medan 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (25/9) sore.

"Kami sudah berhasil membuktikan diri sebagai salah satu tim terbaik dengan merebut posisi ketiga, meski sebenarnya kami masih berpeluang untuk maju ke pertarungan final," ujar manajer tim PSIS Semarang Yoyok Sukawi Sutarip seusai pertandingan timnya dengan PSMS.

Meski hanya menempati peringkat ketiga, kubu PSIS Semarang tetap layak disebut sebagai juara sesungguhnya. PSMS juga layak disebut sebagai runner-up musim ini. Pasalnya, dua klub ini telah melewati perjuangan non-teknis dengan tuan rumah masing-masing di Babak 8 Besar.

Dalam pertandingan itu, PSIS membuka kemenangan melalui M. Ridwan yang memanfaatkan umpan terukur dari kapten Emanuel de Porras menit ke-12. Gol kemenangan PSIS dicetak oleh pemain sayap Harry Salisbury melalui tendangan bebas pada menit ke-77. Sementara gol PSMS diciptakan melalui tendangan penalti oleh Allidio Fleitas menit ke-20.

PSIS yang berada di Grup Jakarta otomatis kehilangan kesempatan menjadi juara karena Persija menang WO atas Persebaya. Belum lagi partai melawan tuan rumah Persija yang dinilai merugikan "Mahesa Jenar". "Inilah kami yang sesungguhnya. Biar masyarakat yang menilai siapa yang juara," kata pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah.

PSMS juga mengalami hal yang sama. Bermain di Grup Timur dengan tuan rumah Persipura, Tim berjuluk Ayam Kinantan ini lolos sebagai runner-up setelah kalah 0-1 dari Persipura. Manajer PSMS, Randiman Tarigan menilai PSMS selalu dirugikan dalam tiga pertandingan di babak delapan besar. "Makanya PSMS akan mengingat partai melawan PSIS sebagai final," kata Randiman.

Randiman mengatakan puas dengan penampilan anak asuhnya. Meski dilanda krisis pemain, Randiman mengatakan PSMS tetap mampu memberikan perlawanan. Ia juga mengacungkan jempol dengan penampilan PSIS. Pelatih PSMS Medan, Khaidir mengatakan stamina pasukannya sangat terkuras. PSMS baru datang dari Jayapura, Jumat (23/9) tiga hari lalu. Sementara PSIS lebih banyak masa pemulihannya karena bermain di Jakarta. (F-4)


Last modified: 26/9/05