SUARA PEMBARUAN DAILY

Persipura Pantas Juara

pembaruan/luther ulag

berebut bola - Pemain Persipura Jayapura, Eric Mabenga (kiri) berusaha menghambat laju pemain Persija Jakarta, Roger Batoum pada pertandingan final Piala Liga Djarum Indonesia 2005, Minggu (25/9) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Persipura menang 3-2.

JAKARTA - Tim "Mutiara Hitam" Persipura Jayapura pantas juara. Mereka membuktikan, kualitas teknik dan kemampuan individu pemain yang mereka miliki lebih baik ketimbang tim "Macan kemayoran" Persija Pusat, kalau pertandingannya dilakukan dengan iklim yang fair.

Persipura menjadi tim terbaik pada Kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2005 setelah pada babak grand final di Stadion Utama Gelora Bang Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25/9) malam, mengalahkan Persija 3-2 pada perpanjangan waktu yang menggunakan sistem silver goal.

Tiga gol kemenangan Persipura masing-masing dicetak Boaz Solossa di menit ke-18, Korinus Fingkreow (83), dan Iab Kabes (101). Dua gol terakhir Persipura itu berawal dari sebuah tendangan sudut. Sedangkan dua gol Persija dijaringkan Agus Indra di menit ke-10 dan Francis Wawengkang di menit ke-54.

Tidak ada pengamat sepakbola di Indonesia yang meragukan gelar yang disandang tim besutan pelatih Rahmad Darmawan tersebut. Para pengamat yang malam itu menyaksikan partai bergengsi ini, semuanya menilai, Persipura pantas juara.

"Persipura memang lebih solid ketimbang Persija. Kita harus akui itu. Mereka punya modal yang ternyata tidak dimiliki Persija yaitu kepercayaan diri yang tinggi. Meskipun ditekan dan kebobolan lebih dahulu, tetapi mental para pemain Persipura tidak goyah. Mereka tidak grogi dan bermain begitu rileks. Inilah yang membuat organisasi permainan mereka lebih baik ketimbang Persija," kata mantan pemain belakang tangguh Indonesia era 70-an, Ronny Pattinasarany.

Sementara di kubu Persija sendiri, terlalu terbeban sehingga aliran bolanya kurang bagus. Yang menjadi kunci mengapa permainan Persija tidak berkembang adalah mereka tidak mampu menampilkan permain sayap yang selama ini menjadi andalan mereka.

Wing back kiri Ortizan Solossa dan wing back kanan Ismed Sofyan tidak banyak berperan malam itu. Ismed tidak memperlihatkan permainan eksplosifnya karena dia memang tidak diberi ruang untuk melakukan penetrasi ke jantung pertahanan Persipura. Sementara Ortizan kelihatan terpengaruh oleh pergerakan berbahaya yang dilakukan Christian Worabay.

Hal yang sama juga dilontarkan Ricky Yacobi. Mantan penyerang tim nasional era 80-an ini menilai, Persipura bermain tanpa beban dan lepas, sehingga mereka bisa menampilkan kerja sama yang indah antarpemain dengan bola-bola pendeknya.

Mantan pelatih tim PON Papua, Rully Nere juga menyatakan demikian. "Mental juara ada dalam diri pemain-pemain Persipura. Mereka begitu bersemangat sehingga hal ini bisa memotivasi semangat juang mereka meskipun dalam perburuan gol, Persipura selalu tertinggal," kata dia.

Sementara Bambang Nurdiansyah menjelaskan, sebenarnya permainan Persipura dan Persija standar saja. Akan tetapi, fisik yang dimiliki pemain-pemain Persipura lebih bagus sehingga permainan cepat yang mereka lakukan konsisten hingga perpanjangan waktu.

"Persipura unggul dalam melakukan determinasi karena ditopang oleh fisik yang bagus. Justru yang saya sayangkan, Persija tidak membaca tipikal permainan Persipura yang lebih individu dengan tetap memainkan permainan cantik dan cenderung lambat. Dengan permainan seperti itu, Persija bisa kedodoran. Ternyata tidak ada antisipasi dari pelatih Persija. Dan, saya lihat, pemain-pemain Persija yang rata-rata adalah pemain nasional, ternyata hanya pemain salon. Dan saya salut dengan Rahmad darmawan (pelatih Persipura) yang menyiapkan kondisi fisik dengan sangat bagus," kata Bambang.

Selain membawa pulang Piala Presiden, Eduard Ivak Dalam dan kawan-kawan juga meraih hadiah uang sebesar Rp 1 miliar, sementara Persija separohnya, Rp 500 juta. Namun, hadiah uang untuk tim juara dan runner-up ini kemungkinan besar baru akan masuk dalam rekening kedua tim sepekan setelah pertandingan final ini. (F-4)

Juara : Persipura Rp 1 Miliar

Runber-up : Persija Rp 500 Juta

Ketiga : PSIS Rp 250 Juta

Top Skor : Christian Gonzalez (Persi) 25 Gol Rp 50 Juta

Pemain Terbaik : Christian Warobay (Pesipura) Rp 75.000.000

Fair Play : Tidak ada


Last modified: 26/9/05