BENGKULU - Perusahaan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) Surabaya Jawa Timur (Jatim) jalin kerja sama dengan Pendagang Gula Antar Pulau Terdaftar (PGAPT) Bengkulu, Provinsi Bengkulu untuk menekan harga kenaikan harga gula pasir menjelang bulan suci Ramadhan, Idul Fitri dan Tahun Baru 2006 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Bengkulu, Drs S Chandra Rahman kepada Pembaruan, di Bengkulu, Senin (26/9) di Bengkulu.
Ia mengatakan, kerjasama tersebut dilakukan mengingat harga gula pasir di Bengkulu dan sekitar sejak tiga pekan terakhir terus bergerak naik hingga mencapai Rp 6.500 per kilogram (Kg). Bahkan, di sejumlah daerah tingkat II harga gula pasir sudah mencapai Rp 7.000 per kg. Harga gula yang demikian, kata Chandra Rahman sangat meresahkan masyarakat, terutama yang berpenghasilan pas-pasan. Apalagi lagi harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik awal Oktober mendatang. Pasti harga gula pasir ikut naik lagi. "Ini sungguh memberatkan masyarakat kecil. Karena itu kerja sekarang bertujuan menolong rakyat", ujarnya
Untuk mengatasi kenaikan itu, katanya, pihak Disperindag telah memfasilitasi PTPN untuk bekerja sama dengan anggota PGAPT daerah ini dalam hal penjualan gula pasir di Bengkulu.
Ia mengatakan, jika kerja sama tersebut dapat direalisasikan maka harga gula pasir di Bengkulu paling tinggi Rp 5.500 per kg. Saolnya, anggota PGAPT Bengkulu yang memasarkan gula milik PTPN Surabaya tidak mencari keuntungan, tapi mereka hanya mendapat bonus pihak dari PTPN.
Dari pantuan Pembaruan, Senin (26/9) harga gula pasir di Kota Bengkulu dan sekitarnya hingga kini berkisar antara Rp 6.200- Rp 6.400 per kg. Harga ini setelah mengalami kenaikan dari sebelumnya hanya Rp 5.400 per kg.
Sementara itu, di Kota Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) menjelang ibadah puasa pada Bulan Suci Ramadhan, harga gula mengalami kenaikan dari Rp 5.000,- per Kg menjadi Rp 6.500,- per kg.
(143/146)