CIANJUR - Sekitar 120 jiwa yang menjadi korban bencana longsor di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) hingga Senin (26/9) pagi masih belum bisa mendapatkan bantuan. Longsor yang terjadi Sabtu (24/9) sekitar pukul 20.30 WIB, mengakibatkan lima orang meninggal dunia, dua luka berat, 59 unit rumah rusak berat, satu unit sekolah, dan tertutupnya jalur transportasi.
Lima warga yang tewas merupakan satu keluarga; Syamsuri bin Suen (55), Jaja bin Syamsuri (18), Neneng (8), Jamilah (25), dan Mudin (5). Sedangkan dua korban luka berat yang hingga saat ini masih mengungsi ke rumah saudaranya, Abang dan Amah.
Camat Cibinong, Kabupaten Cianjur, Gaos Sulalamsyah menuturkan, kepada Pembaruan, Senin (26/9), longsor tersebut diakibatkan oleh hujan besar yang terjadi Sabtu, sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. "Karena parahnya keadaan di lokasi, bantuan masih belum bisa diberikan," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan Pembaruan, longsor tersebut mengakibatkan jalur transportasi melalui jalan darat tersendat, sehingga warga dan wartawan yang hendak mengunjungi lokasi dari Kecamatan Sindangbarang menuju Cibinong harus menggunakan jalur transportasi sungai yang memakan waktu sekitar 1 - 2 jam.
Seminggu sebelumnya, jalur Cianjur Selatan juga sempat terputus akibat meluapnya air Sungai Ciselang. Banjir tersebut mengakibatkan sedikitnya 120 rumah terendam. Kejadian serupa juga terjadi Minggu malam pada saat hujan turun.
Selain itu, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Cibinong yang mempunyai 9 kelas terpaksa tidak melaksanakan kegiatan belajar-mengajar karena rusak parah. Selain itu dua jembatan gantung yang menuju Kecamatan Cibinong hancur.
Salah seorang warga, Jamal bin Hatom (40) menuturkan, longsor yang terjadi di Kampung Mekarwangi Desa Penyindangan ini terjadi secara tiba-tiba. "Waktu itu sekitar 20.30 WIB, saya beserta anak saya langsung lari ke jalan karena mendengar suara seperti geledek," ujarnya sembari berusaha menyelamatkan barang-barang yang tidak terkena longsoran tanah.
Seorang korban luka berat berhasil ditemukan sekitar tiga jam setelah longsor. Sedangkan lima orang korban meninggal baru dapat ditemukan Minggu (25/9) siang.
Sampai laporan ini diturunkan, keadaan masih memprihatinkan dan masyarakat membutuhkan bantuan bahan pangan dan kesehatan. (Adi/W-8)