SUARA PEMBARUAN DAILY

Jakarta Jelang Pagi

Menanti Rezeki

BAGI sebagian besar pekerja, hari Jumat merupakan hari yang dinanti-nanti. Pasalnya, hari Jumat adalah hari terakhir kerja dan itu berarti ada libur panjang.

Mereka bisa bersantai bersama keluarga atau jalan-jalan bersama teman-teman. Tak mengherankan, kalau tempat-tempat hiburan di Jakarta pun menjadi lebih ramai dari hari-hari biasa.

"Pada Jumat malam dan Sabtu malam biasanya pengunjung tempat hiburan lebih ramai. Ini merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu," kata Ahmad, salah seorang pelayan bar di kawasan Gatot Subroto, Jumat akhir pekan lalu.

Menurut dia, kehadiran para pengunjung ini juga berarti ada harapan untuk mendapatkan rezeki yang lebih besar dari uang tips yang mereka berikan. Maklum saja, bar tersebut merupakan bar kelas atas, yang biasanya dikunjungi oleh para ekspatriat, para pelaku bisnis, dan eksekutif muda.

"Kalau mereka sudah merasa senang, biasanya tipsnya pun lumayan besar. Ya, sedikit kecipratan rezeki jugalah," kata Ahmad.

Memang, dari para tamu yang hadir malam itu, bisa terlihat mereka memang dari kelas menengah ke atas. Minumun yang diminta pun tergolong mahal. Mereka pun segan-segan memberikan tips yang lumayan besar buat para pelayan bar tersebut, yang dinilai telah melayani mereka dengan baik.

"Kalau pelayanannya baik dan orangnya ramah, tak masalah kita memberikan tips Rp 100.000 atau Rp 200.000. Tapi, kalau orangnya kelihatan cemberut dan pelayanannya asal-asalan, malas rasanya memberi tips, kata Dani, seorang pengusaha garmen, yang malam itu datang bersama lima rekannya.

Rupanya, penantian panjang dalam sepekan juga bukan hanya milik para pelayan bar. Para pengemudi taksi, yang biasanya mangkal di tempat-tempat hiburan juga selalu menantikan datangnya akhir pekan. Maklum, pada saat itu biasanya pengunjungnya lebih banyak dan itu juga berarti rezeki buat mereka. Karena, banyak yang tak membawa mobil dan memilih naik taksi.

"Kalau malam Sabtu dan malam Minggu, biasanya penghasilan kita lebih banyak. Maklum, ada yang jarak dekat, bayarnya bisa sampai Rp 100.000. Biasanya uang kembalian mereka tak minta lagi. Yang penting kita antar sampai tempat tujuan," tandas Fauzi, pengemudi taksi yang biasa mangkal di salah satu kafe di Jalan Thamrin. (N-3)


Last modified: 26/9/05