DEPOK - Setelah diperpanjang masa tugasnya di Depok, Plt Wali Kota Warma Sutarman melakukan pencanangan Gertak (gerakan serentak) PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), Minggu (25/9).
Tujuannya untuk menggerakkan masyarakat secara bersama-sama melalui kegiatan kerja bhakti memberantas sarang nyamuk, selama 30 menit setiap Jumat dengan melakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan membuang.
Warma di Gedung Bumilang Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Cimanggis, Depok mengatakan pencanangan Gertak pemberantasan nyamuk dilakukan dalam rangka waspada demam berdarah karena meningkatnya kasus DBD di Kota Depok yang signifikan sejak Agustus 2005.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Rustono Pinangdjojo mengungkapkan, selama September-Desember diperkirakan penyakit DBD akan makin mengganas di Kota Depok.
Karena itu, Dinkes menetapkan Kota Depok sebagai waspada terhadap penyakit demam berdarah. Dalam Gertak PSN tersebut masyarakat akan diberikan abate dan juga selebaran gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, mulai Januari-Agustus 2005, dari 795 penderita, korban meninggal dunia akibat DBD sebanyak 12 orang.
Sedangkan tahun 2004 lalu, dari 1.128 penderita, korban meninggal dunia sebanyak 10 orang. Jumlah korban jiwa paling banyak terdapat di Kecamatan Sukmajaya yakni sebanyak enam orang meninggal dunia.
Dari enam kecamatan yang ada di Kota Depok, selama Januari-Agustus 2005, Kecamatan Cimanggis merupakan daerah yang banyak menderita DBD yaitu 242 orang yang terkena DBD, berikutnya Sukmajaya (175 penderita), Pancoran Mas (87 penderita), Beji (70 penderita), Limo (40 penderita), dan Sawangan (21 orang). (R-8)