SUARA PEMBARUAN DAILY

Depok Mulai Diserang Flu Burung

Masyarakat Tak Perlu Takut Berlebihan

DEPOK - Deri Kurniawan (11), warga Cimanggis diduga terterkena wabah virus flu burung yang kini tengah mengganas di Indonesia. Bocah tersebut kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur, di kamar 151, sejak pukul 03.00 WIB, Sabtu (24/9). Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Depok Hamid Wijaya menyatakan, telah membuka layanan 24 jam untuk kasus flu burung untuk mendapatkan informasi dan vaksinasi.

Dari data yang diperoleh, Deri diduga tertular virus flu burung karena di sekitar rumahnya banyak terdapat unggas. Namun, hingga kini belum didapat keterangan resmi apakah Deri positif menderita flu burung atau tidak karena pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan tes darah. Deri diduga terjangkit flu burung karena memiliki ciri-ciri penyakit yang sama dengan gejala virus maut itu seperti sesak napas dan demam tinggi. Orangtua korban, Ahmad (40) langsung melarikan Deri ke RS Persahabatan setelah anaknya menderita demam tinggi disertai flu selama dua hari.

Dari Bekasi dilaporkan Ny K (27), penderita virus flu burung asal Cikarang, Bekasi, meninggal dunia di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Suroso, Senin (26/9) dini hari. Ia di rawat di RSPI sejak Kamis (22/9). Sebelumnya, Ny K juga sempat dirawat di RS Medika, Cikarang.

Menurut Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Medika, dr Thomas Mook, ia mengalami tanda-tanda awal yang menyerupai gejala flu burung. "Sekitar empat hari sebelum masuk, dia mengalami panas yang disertai batuk-batuk," jelasnya.

Virus yang menghinggapi tubuh perempuan ini diduga berasal dari ternak unggas yang dipeliharanya. Menurut kakak K, keluarga ini memelihara 15 ekor ayam, tiga burung, dan beberapa ekor bebek. "Kalau ayam sih sudah pada habis satu-satu," tuturnya kepada Pembaruan, Kamis (22/9).

Jenazah selanjutnya dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya, di Desa Sempu Gardu, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Proses pemakaman akan dilakukan menurut standar terhadap pasien flu burung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Haryanti Utami, yang dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan, sedang menunggu hasil pemeriksaan sampel darah sekitar 15 warga yang pernah berinteraksi dengan Ny K. "Sekarang kita sedang menunggu hasil pemeriksaan itu. Apakah ada yang positif terjangkit atau tidak, akan diketahui nanti," paparnya.

Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Departemen Kesehatan, tambahnya, saat ini sedang menuju ke lokasi tempat tinggal Ny Karwati untuk melakukan penyelidikan secara intensif.

Sementara itu, menghadapi wabah flu burung ini masyarakat diminta untuk selalu waspada tapi tak perlu membabi buta seperti ketakutan berlebihan, lalu hewan-hewan piaraanya seperti unggas langsung dimusnahkan.

Di bidang unggas komersial kondisi tetap stabil,kondisi kesehatan unggas di peternakan tetap baik. Tak ada gejolak karena serangan flu burung ini. "Jadi ayam-ayam di peternakan umumnya sehat-sehat saja," ujar pakar patologi Fukultas Kedokteran Hewan IPB, Dr Ekowati Handharyani kepada Pembaruan.

Dikatakan, berdasarkan penelitian/kajian di beberapa negara, flu burung itu hanya bisa menular antara unggas saja. Kasus di Hong Kong terjadi karena korban tinggal serumah dengan unggas-unggas yang dipeliharanya sehingga terjadi kontak langsung dengan unggas bersangkutan.

Dalam tubuh manusia itu tak ada reseptor (penerima) virus flu burung. Karena itu, dibutuhkan virus dalam jumlah besar untuk membuat seseorang terserang flu burung. (PS/R-8/HR/N-3)


Last modified: 26/9/05