SUARA PEMBARUAN DAILY

Jemaat HKBP Getsemane Tetap Ibadah di Jalan

BEKASI - Meskipun jalan masuk menuju Gereja Huria Kristen Batak (HKBP) Getsemane, Jati Mulia, Tambun, Bekasi, masih ditutup warga sekitar, namun jemaat gereja tersebut tetap melaksanakan ibadah di jalanan, Minggu (25/9).

Ketua RW 11, Ferry Rahman, mengatakan, hal tersebut dilakukan setelah seorang perwakilan jemaat bertemu dengan dirinya. Dalam pertemuan itu, lanjutnya, diputuskan untuk memberikan izin beribadah selama lima menit kepada jemaat HKBP Getsemane. "Itu berdasarkan permintaan mereka. Tapi, praktiknya sih lebih dari lima menit," jelasnya.

Kepada perwakilan jemaat, ia menegaskan, agar ini menjadi ibadah yang terakhir di tempat tersebut. Sebab, hasil rapat muspika yang berlangsung Rabu (21/9) telah memutuskan bahwa gereja HKBP Getsemane harus ditutup. "Diharapkan ini merupakan yang terakhir. Minggu depan mereka jangan ibadah lagi di sini," pintanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihak gereja seharusnya mau bekerja sama mensosialisasikan hasil rapat muspika. "Gereja harus berusaha menciptakan suasana yang kondusif. Jangan sampai nanti ada warga yang tidak sabar," tegasnya.

Sementara itu, Pendeta Gereja HKBP Getsemane, Pdt Maruli Lumban Tobing, saat dihubungi Pembaruan menegaskan, jika rapat muspika tersebut hanyalah menanggapi surat yang dikirimkan warga.

Bahkan, lanjutnya, ada warga yang memberikan informasi jika mereka dipaksa menandatangi surat penolakan tersebut. "Saya dapat kabar kalau mereka disuruh menandatangi lembaran kosong," tuturnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, jika pihak gereja tidak menerima salinan hasil keputusan rapat muspika tersebut. "Kita tidak menerima foto kopi surat itu. Justru, kita yang mengirim surat kepada aparat pemerintahan yang berisi perlindungan," tegas Maruli.

Meskipun diberikan tenggat waktu, menurut Maruli, namun kebaktian di jalanan tetap dilaksanakan hingga selesai. Selain itu, tambahnya, ada beberapa warga sekitar yang berada di sekitar tempat kebaktian. "Selama kita kebaktian, ada beberapa warga non-jemaat gereja (muslim-Red) yang melaksanakan ibadah di sekitar lokasi," jelasnya.

Saat ditanya mengenai pernyataan Ketua RW yang meminta agar jemaat HKBP tidak lagi beribadah minggu depan, Maruli menyatakan jika mereka belum dapat menentukan sikap. "Kami masih melakukan pendekatan. Kita lihat saja nanti," tuturnya. (PS/N-3)


Last modified: 26/9/05