BANDUNG - PT Indonesia Power memastikan akan melakukan penawaran saham perdana initial public offering (IPO) pada semester pertama 2006. Diharapkan penawaran tersebut menjadi solusi guna peningkatan kinerja perusahaan dan dana yang ada dapat digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik.
Demikian dikatakan Direktur Utama PT Indonesia Power, Abimanyu Suyoso, usai menutup acara Jumpa Bakti Lingkungan Alam Raya (Jambalaya) 2005 di sisi Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (25/9).
"Saat ini kami tidak memiliki kemampuan berinvestasi, padahal pembangkit harus dibangun untuk meningkatkan produksi. Di sisi lain, kami kesulitan mendapatkan pinjaman dana karena kami merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero). Jika IPO tidak dilakukan, kami tinggal menunggu waktu untuk tidak dapat memproduksi listrik lagi seiring ketidakmampuan untuk membangun pembangkit listrik," tegasnya.
Menurunnya produksi PT Indonesia Power, dapat terlihat ketika awal berdiri dapat memenuhi kebutuhan listrik Jawa dan Bali hingga 57 persen. Namun pada akhir tahun 2004 hanya memenuhi 46 persen.
Bila kondisinya tidak diperbaiki, tidak tertutup kemungkinan kemampuan PT Indonesia Power memasok listrik akan terus menurun dari 46 persen.
Dikatakan, sampai sekarang aset yang dimiliki PT Indonesia Power mencapai Rp 54 triliun yang sekitar 80 persen atau Rp 40 triliun merupakan modal sendiri. Saat ini, PT Indonesia Power mendominasi kapasitas daya terpasang Jawa dan Bali mencapai angka 8.992.02 MW atau 46 persen untuk daya terpasang di Jawa dan Bali.
Rinciannya, tambahnya, untuk Hydro Electric 1.104 MW, Steam (coal) 3.400 MW, Steam (oil) 500 MW, Combined Cycle (gas) 1.180 MW, Combined Cycle 1.495.73 MW, Geothermal 375 MW, Gas Turbine (oil) 806.16 MW, Gas Turbin 40.20 MW, dan Diesel 92 MW. (ADI/M-11)