DUA pelukis muda berbakat, Dadan Gandara dan Wahyu Srikaryadi menggelar karya-karya mereka pada 26-29 September 2005 di Gran Melia Hotel, Jakarta. Kedua pelukis ini tidak saja telah mencetak prestasi di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
Dadan Gandara yang lahir di Bandung 27 Februari 1964 adalah lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB). Sejak masa kanak-kanak dia sudah memamerkan karya lukisnya di kota kelahirannya itu. Malah pada tahun 1974 dia mengikuti pameran lukisan dan demonstrasi melukis di Istana Bogor dalam acara menyambut tamu negara Ratu Fabiola dan Raja Bodonia dari Belgia, kemudian dilanjutkan dengan pameran lukisan di Belgia.
Pengalaman Dadan berpameran di luar negeri juga cukup banyak. Tahun 1981, dia mengikuti pameran lukisan di India atas undangan dari Yayasan Shankars Internasional. Lalu tahun berikutnya dia mengadakan pameran dan demonstrasi melukis di Millenium Expo Singapura. Malah dia sempat bekerja sebagai desainer pematung untuk mengembangkan objek wisata di negeri pulau tersebut.
Dia juga membuat patung untuk beberapa monumen, seperti Monumen Patung "Siliwangi" batas Jakarta - Jawa Barat di Tol Jagorawi tahun 1992 dan berapa monumen lain di sejumlah kabupaten, termasuk patung monumen "Lele dan Buah Kecapi ", flora dan fauna khas Bekasi.
Sementara itu, Wahyu Srikaryadi yang lahir di Bandung pada 8 Agustus 1967 belajar melukis pada Barli Sasmitawinata dan kemudian belajar melukis dan penguasaan anatomi dari pelukis dan fotografer Jepang, Miyoshi.
Selain aktif menggelar pameran, dia juga mendapat sejumlah penghargaan, seperti pelukis terbaik di Seoul, Korea Selatan. (W-9)