SUARA PEMBARUAN DAILY

Diduga Kena Flu Burung, Riska Meninggal Dunia

Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno

MENINGGAL DUNIA - Dua petugas menyiapkan peti jenazah Riska Hardiyanti (5) yang meninggal dunia karena diduga menderita flu burung di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Rabu (21/9). Jenazah langsung dikubur karena dikhawatirkan akan terjadi kontak fisik dengan keluarga lain.

JAKARTA - Riska Adianti, bocah berusia lima tahun yang sempat dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, meninggal Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban mengalami radang paru (pneumonia) berat, namun belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya.

Wakil Direktur RSPI Sulianti Saroso dr Sardikin Giriputro SpP(K) menuturkan hal itu, Rabu (21/9) di Jakarta. Menurut dia, Riska masuk RSPI pada Selasa (20/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketika itu, ujarnya, radang paru yang dialami almarhum dalam keadaan parah.

Di RS Islam Cempaka Putih, Riska sudah mendapatkan pengobatan antibiotik, namun kondisinya memburuk. Karena kondisi itu, tutur Sardikin, RS Islam Cempaka Putih curiga almarhum terinfeksi virus flu burung sehingga dirujuk pada Selasa sore ke RSPI dan dirawat di unit perawatan intensif (ICU). "Dua hari lalu sudah diambil spesimennya, tetapi hasil pemeriksaan laboratorium belum ada sehingga belum bisa dipastikan korban meninggal karena infeksi virus flu burung," ujarnya.

Selain Riska, saat ini ada enam pasien yang dicurigai terinfeksi virus flu burung yang dirawat di RSPI. Keenam pasien tersebut adalah MG (7), Fr (8), RN (4), AS (28), AM (39) dan WL (3). AS adalah pegawai Kebun Binatang Ragunan, sedangkan AM berdagang asongan di sekitar Kebun Binatang Ragunan. Sampai hari ini MG masih dirawat di ICU, sementara Fr sekalipun hasil pemeriksaan RT-PCR nya positif tetapi kondisinya sehat. Sedangkan, kondisi WL, AM dan AS membaik.

Sardikin menuturkan, spesimen MG dan Fr telah dikirim ke laboratorium rujukan Universitas Hong Kong. Namun sampai hari ini pihak RSPI belum menerima hasil pemeriksaan tersebut. Sedangkan spesimen pasien yang lain diperiksa di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan (Balitbangkes).

Tidak Panik

Menyikapi mewabahnya virus flu burung yang sudah sampai tingkat kejadian luar biasa (KLB), pemerintah minta masyarakat tidak panik. Istilah KLB untuk kasus menyebarnya flu burung tidak berarti wabah yang menyeramkan dan parah.

Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari mengatakan itu dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, seusai sidang kabinet khusus membahas flu burung, dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (20/9). Dalam jumpa pers itu Menkes didampingi Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. (N-4/Y-3/Y-6)

Korban Flu Burung di Indonesia

Korban Meninggal

* Talitha Nurul Azizah (1), warga Vila Melati Mas, Tangerang, meninggal pada 9 Juli 2005 di RS Anak dan Bersalin Harapan Kita.

* Iwan Siswara Rafei (38), warga Vila Melati Mas, Tangerang, meninggal pada 13 Juli 2005, di RS Siloam Glenegles Tangerang

* Sabrina Nurul Aisyah (8), warga Vila Melati Mas, Tangerang, meninggal pada 14 Juli 2005, di RS Siloam Glenegles Tangerang

* Rini Dina (38), warga Jalan H Rabin No. 13 RT 01/03, Pesanggrahan, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, meninggal pada10 September 2005, di RS Internasional Bintaro

* Riska Hardianti (5), warga JL Bandengan Mas, Sunter Jaya, Jakarta Utara, meninggal 21 September 2005 setelah dirawat di RSPI sehari sebelumnya. Riska sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Islam Yarsi Cempaka Putih Jakarta selama empat hari diduga terjangkit virus flu burung

Pasien Dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso

14 September 2005

Mutiara Gayatri (7), warga Cibodas Sari, Jatiuwung, Tangerang. Mutiara dinyatakan positif setelah diuji secara serologi.

17 September 2005

Firdaus Heru Priambodo (9), warga Pondoklima Blok V Nomor 16, Petukangan, Jakarta Selatan. Terbukti positif setelah diuji secara PCR, pemeriksaan virus DNA-nya.

18 September 2005

Windy Lisa (3 bulan), warga Perumahan Taman Kencana, Cengkareng, Jakarta Barat. Masih dalam observasi

19 September 2005

Rosnani Ningsih, warga Jl. Telaga Murni No. 23 Sunter Jaya, Jakarta Utara. Masih dalam observasi

20 September 2005

Abdul Mutolib (39), pedagang asongan di Kebun Binatang Ragunan. Dari hasil pemeriksaan sampel darah yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI, diduga telah terjangkit virus flu burung.

20 September 2005

Anik Setiorini (28), pengasuh bayi satwa di Kebun Binatang Ragunan. Dari hasil pemeriksaan sampel darah yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI, diduga telah terjangkit virus flu burung.


Last modified: 21/9/05