SUARA PEMBARUAN DAILY

Wasit Ali Dipulangkan

JAKARTA - Wasit Ali yang memimpin pertandingan Persija Jakarta melawan PSM Makassar pada laga kedua babak delapan besar kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2005 Grup Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (18/9) sore lalu, sejak Selasa (20/9) malam dipulangkan ke Magelang, Jateng.

Pemulangan Ali ini sebagai "hukuman" atas kepemimpinannya yang buruk pada pertandingan tersebut. "Sekarang ini dia baru kita pulangkan, Untuk kemungkinan adanya sanksi lain, kita serahkan pada mekanisme yang ada, yakni melalui Komisi Disiplin PSSI,"ungkap Ketua Komisi Wasit PSSI Letkol CPM, Dodik Wijanarko kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/9) malam.

Menurut Dodik Wijanarko, yang juga Wakapomdam Jaya itu, pemulangan Ali diputuskan setelah menilai bahwa kepempinan Ali saat memimpin pertandingan Persija versus PSM itu tidak benar. "Saya pribadi sudah melakukan pemeriksaan yang seksama pada wasit Ali ini, dan menilai bahwa pada waktu itu dia tidak menjalankan tugasnya secara benar," kata Dodik Wijanarko, khususnya menunjuk pada keputusan wasit asal Magelang itu dengan hanya memberikan kartu kuning kepada kiper Persija, Hendro Kartiko atas pelanggaran keras yang dilakukannya kepada pemain pengganti PSM, Amiruddin, di menit ke-88.

Namun demikian, Dodik Wijanarko tidak secara rinci menyebutkan kemungkinan adanya faktor eksternal yang mempengaruhi kepemimpinan wasit Ali pada pertandingan tersebut.

Disinggung lebih jauh apakah pemulangan wasit Ali ini sebagai bentuk sanksi dari Komisi Wasit, Dodik Wijanarko kembali menegaskan bahwa menyangkut sanksi adalah urusan Komdis. "Saya kira nanti juga akan dibahas pada sidang Komdis," katanya.

Laga babak delapan besar kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia 2005, yang berlangsung di Jakarta dan Jayapura, memang dinodai buruknya kepemimpinan wasit.

Di Grup Jakarta, selain pertandingan Persija versus PSM yang diwarnai kinerja wasit Ali yang menimbulkan protes keras dari PSM dan secara umum juga mengundang kontroversi dari masyarakat, kepemimpinan wasit Suhaedi Yunus (Aceh) yang memimpin partai PSM versus Persebaya juga dipertanyakan. Wasit ini dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan benar, sehingga menimbulkan kerugian bagi kedua tim, terutama PSM. (F-4)


Last modified: 21/9/05