LEBAK - Dalam sepekan terakhir ini puluhan warga Kabupaten Lebak yang berasal dari beberapa kecamatan terserang penyakit campak. Dua orang di antaranya meninggal dunia akibat terlambat mendapat pertolongan secara medis. Sementara itu, empat korban lainnya masih dirawat intensif di Ruangan Perawatan Manggis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adjidarmo, Rangkasbitung, Lebak. Sedangkan sisanya, masih dirawat di rumahnya masing-masing.
Salah seorang petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD dr Adjidarmo, Sudirman kepada Pembaruan, Rabu (21/9) menjelaskan dua orang korban yang meninggal dunia itu, sempat dibawa ke UGD namun kondisinya sudah sangat kritis dan lemah sehingga tidak bisa tertolong lagi.
"Korban meninggal dunia itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika saja, korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Kedua pasien yang dibawa ke UGD dalam kondisi yang sangat parah, sehingga petugas medis tidak bisa berbuat banyak," ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, kedua korban yang meninggal dunia itu antara lain Umyanah (5) warga Kampung Julat, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur. Korban sempat dirawat di ruangan Manggis RSUD Adjidarmo, namun akhirnya nyawanya tidak tertolong. Selain itu, Usnaiti (5) warga Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, meninggal dunia di ruangan UGD RSUD Adjidarmo.
Sedangkan adik korban, Udi (2) kini kondisinya sangat kritis dan hingga saat ini tak sadarkan diri. Udi masih dirawat secara intensif dan masih diinfus.
"Usniati itu dibawa ke RSUD Adjidarmo, Minggu (18/9) malam, keadaannya sangat parah. Namun, dia belum sempat dirawat, nyawanya sudah tidak tertolong lagi," ungkap Jamilah (15), kakak korban kepada Pembaruan saat menunggui adiknya Udi di ruangan Manggis RSUD Adjidarmo.
Sementara itu, empat korban lainnya yang kini dirawat secara intensif di Ruangan Manggis RSUD Adjidarmo, masing-masing bernama Asih (7) warga Kota Baru, Kelurahan Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Adipa (1,8 ) warga Sajir, Kecamatan Cileles, Faisal (1,5) warga Desa Tambak, Kecamatan Cibadak, dan Munawaroh (7) warga Kampung Julat, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur.
"Semua pasien penyakit campak yang dirawat di RSUD Adjidarmo ini, terjadi dalam sepekan terakhir ini. Penderita yang terserang campak adalah warga Lebak," kata salah seorang petugas medis di ruangan anak Sri Rahayu.
Secara terpisah, Kepala Sub Dinas Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Lebak, dr Martin Setiawan, mengatakan penyakit campak yang dialami masyarakat itu terjadi akibat perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan mewaspadai terjadinya penularan penyakit campak.
Ia menjelaskan, gejala penyakit campak antara lain demam, batuk-batuk, dan terdapat bintik-bintik merah pada kulit.
"Jika ada anak-anak yang terserang gejala seperti itu, harus segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Mungkin, pasien yang meninggal dunia itu selain terserang campak juga memiliki penyakit penyerta seperti radang paru-paru (pneumonia)," ujarnya.
Dia mengharapkan, kepada warga yang memiliki balita agar segera diimunisasi campak sehingga anak tersebut memiliki kekebalan. Sebab, kalau anak belum diimunisasi campak akan lebih mudah terserang dan membahayakan bagi si penderita hingga dapat merenggut jiwa.
"Supaya tidak tertular penyakit campak saya minta balita agar diimunisasi serta menjaga kesehatan lingkungan," imbaunya.
Gizi Buruk
Sementara itu, enam balita gizi buruk, saat ini tengah mendapat rawat inap di RSUD Adjidarmo. Kondisi para pasien penderita gizi buruk ini terlihat amat memprihatinkan dan berat badannya menyusut drastis.-
Keenam pasien gizi buruk yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif dan ditangani rumah sakit antara lain Usup (1,7 tahun) warga Kampung Cimanyangray, Kecamatan Gunung Kencana, dengan berat badan setelah perawatan 6,8 kg, Iknu (1,6 tahun) warga Kampung Sitiko, Kecamatan Cipanas, berat badannya 6,7 kg, Desi (9 bulan) warga Kampung Cikareo, Kecamatan Cileles seberat 4,6 kg, Muhammad (5 tahun) berat badannya 7,9 kg , Sehab (4 tahun) warga Kampung Ciberih, Kecamatan Sajira, dengan berat badan 7.9 kg dan Sanan (1,6 tahun) warga Kampung Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, dengan berat badan 5,6 kg.-
Menurut petugas rumah sakit , Hudni dari keenam pasien yang menjalani rawat inap ini tiga pasien masing-masing Asup, Iknu dan Muhammad, berdasarkan hasil diagnosa dokter, juga terserang penyakit penyerta lainnya yakni Tubercolusis (TBC). Sementara untuk tiga pasien lainnnya yaitu Desi, Sehab dan Sanan, hanya terkena penyakit penyerta ringan seperti gangguan pernafasan. (149)