SUARA PEMBARUAN DAILY

Kalla: Perlu Kesamaan Persepsi tentang Tenaga Kerja

NUSA DUA - Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla mengimbau negara-negara pengirim dan penerima tenaga kerja untuk membangun persepsi yang sama tentang tenaga kerja itu sendiri supaya ada keharmonisan antara tenaga kerja dan majikan di mana mereka bekerja.

Wapres Jusuf Kalla menegaskan hal itu dalam sambutannya saat membuka pertemuan konsultasi tingkat menteri ke-3 negara-negara pengirim tenaga kerja se Asia di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/9) pagi.

Pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah menteri tenaga kerja dari beberapa negara di Asia Pasifik. Hadir antara lain Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris dan Direktur Jenderal Internasional Organisation of Migran Brunson McKinley.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan, selama ini, ada pemahaman yang berbeda antara negara pengirim tenaga kerja dan negara penerima tenaga kerja tentang tenaga kerja itu sendiri. Ada yang berperpendapat bahwa tenaga kerja merupakan komoditas padahal sesungguhnya mereka juga adalah manusia.

Dari pihak negara-negara pengirim tenaga kerja seperti Indonesia, tenaga kerja itu membutuhkan kesejahteraan dan penghasilan yang tetap. Dari pihak negara penerima tenaga kerja, mereka membutuhkan orang-orang yang bisa dipekerjakan dalam berbagai bidang di negaranya.

Dan untuk itu negara-negara pengirim tenaga kerja seperti Indonesia memang sudah seharusnya untuk meningkatkan kapabilitas atau mutu serta moral tenaga kerjanya. Selain itu, para tenaga kerja itu harus dibekali dengan pengetahuan tentang kultur dan budaya negara di mana mereka akan dikirim. Supaya dengan demikian tidak terjadi konflik antara para pekerja dengan para majikan di mana mereka bekerja.

Wapres Jusuf Kalla juga berharap semoga pertemuan tingkat menteri tenaga kerja tersebut bisa membangun kesepahaman seperti itu dan membangun keharmonisan baik dalam pemahaman tentang tenaga kerja itu sendiri antara negara-negara pengirim dan negara-negara penerima tenaga kerja.

Sementara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris dalam sambutannya mengemukakan bahwa pertemuan tingkat menteri tenaga kerja itu diharapkan dapat menghasilkan portofolio pengiriman tenaga kerja ke negara-negara penerima tenaga kerja.

Selain itu dalam pertemuan para menteri tenaga kerja akan dilakukan dialog antara negara-negara pengirim dan penerima tenaga kerja tentang isu terakhir yang menyangkut tenaga kerja asing. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan baik tenaga kerja itu sendiri maupun negara pengirim dan penerima tenaga kerja. (A-21)


Last modified: 21/9/05