BOGOR - Tim Buru Sergap (Buser) Polresta Bogor terpaksa melumpuhkan Hendrik alias Dajal (24) seorang anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor dengan timah panas ke kaki kanannya, karena melawan dan berupaya kabur saat ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Cijeruk, Kota Bogor Selatan, Minggu malam (18/9).
Sedangkan, dua anggota komplotan lainnya, Umar alias Umay (31) dan Enggun Gunawan alias Meok (34) menyerahkan diri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini ketiga tersangka berikut barang bukti (BB) dua unit sepeda motor dan kunci letter T diamankan di Mapolresta Bogor.
Kasat Reskrim AKP Arief Rachman didampingi Kepala Bagian Operasi Polresta Bogor (KBO) Iptu Roberto Pasaribu di ruang kerjanya, Senin (19/9) menyebutkan, kawanan yang dipimpin Dajal itu sudah lama malang melintang di wilayah Bogor melakukan aksi perampasan sepeda motor ojek. Bahkan, dalam aksinya para bandit itu tidak segan-segan melakukan kekerasan dan membunuh korbannya.
Dalam penangkapan yang dilakukan sekitar pukul 22.00, Minggu (18/9) malam, Dajal berusaha melawan dan kabur dari sergapan petugas. Melihat buruannya berupaya kabur, petugas melepaskan tiga kali tembakan peringatan namun tak digubrisnya. Akhirnya, laras pistol polisi terpaksa diarahkan ke bagian kaki kanan Dajal.
"Setelah dia roboh kami langsung menyergapnya, saat itu Dajal juga masih sempat berontak dan melawan kami. Sedangkan, Umay dan Meok langsung menyerah, ketika melihat pimpinannya roboh ditembak," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor.
Setelah rumah kontrakan yang dijadikan markas dan tempat persembunyian Dajal Cs itu digeledah, polisi berhasil menyita dua motor Suzuki Smash yang masing-masing bernomor polisi F 4888 AK dan F 6923 AI. Selain itu, dari saku celana Umay didapati satu kunci letter T, yang digunakan untuk mencuri motor korban.
"Sekarang ini kami masih memburu pelaku penadahnya, yang identitasnya sudah kami ketahui. Dari pengakuan tersangka satu motor hasil curian itu dijual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," sebutnya.
Tersangka Dajal mengaku telah melakukan aksinya di kawasan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor beberapa kali. Salah satu aksi komplotan ini membunuh seorang tukang ojek dan motornya dibawa kabur. "Komplotan ini juga beraksi di Cihideung, saat itu bagian kepala korbannya dihantam balok dari belakang. Selain gegar otak, korban juga menderita kerugian sekitar Rp 9 juta," tegas Roberto.
AKP Arief menyebutkan, setelah ketiga pelaku itu diperiksa, mereka mengaku telah beraksi sebanyak 15 kali di wilayah hukum Polresta Bogor. Bahkan, dalam aksinya yang berlangsung di rumah Kurniawan (38), yang tinggal di Gang Mesjid Parung Jambu RT 02/10 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, bulan April lalu. Komplotan ini berhasil menggondol dua motor milik korban. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta. (HR/126)