JAKARTA - Kematian Karel Hari Latu, salah satu pereli tangguh Indonesia, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. H Mas Alex Asmasoebrata, anggota Ikatan Motor Indonesia DKI Jakarta, mengatakan, kematian Karel pada hari Selasa (13/9) lalu diwarnai banyak kejanggalan.
"Kondisi wajah almarhum biru lebam, bibir robek, salah satu gigi patah, dan baju penuh darah," ungkap Asmasoebrata usai mengadukan dugaan terjadinya tindak kriminal atas kematian Karel ke Polda Metro Jaya, Selasa (20/9). Diungkapkan, Karel, yang juga salah satu pegawai di PT Sarana Sirkuitindo Utama, diketahui meninggal dunia setelah mengikuti rapat di Sentul.
Bersama sejumlah staf perusahaan pengelola sirkuit Sentul tersebut, Karel mengikuti rapat hingga pukul 17.30 WIB, Selasa (13/9). Usai rapat, Karel pulang bersama dua karyawan yakni Supri dan Lia dengan mengendarai mobil Honda Jazz milik almarhum. Setelah sampai di Supermarket Gelael, Pancoran, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.30 WIB, dua teman korban diturunkan dan Karel langsung melanjutkan perjalanan. Anehnya, sekitar pukul 21.40 WIB pada hari yang sama, Karel dibawa ke RS UKI Cawang oleh seorang wanita dengan mengendarai mobil Honda Jazz milik almarhum. "Wanita yang mengantarkan almarhum mengaku kepada pihak rumah sakit, yakni kepala suster bagian UGD, sebagai saudara almarhum," kata Asmasoebrata kepada para wartawan di Mapolda Metro Jaya, kemarin siang.
Setelah Karel diturunkan ke ruang UGD, wanita tersebut memarkir mobil almarhum. Satpam RS UKI Cawang yang membantu memarkir mobil itu menyaksikan ada seorang pria berkaca mata hitam yang membantu wanita tersebut memperbaiki pintu belakang mobil Honda Jazz milik almarhum yang terlihat rusak sehingga tidak dapat ditutup. Setelah diperiksa oleh dokter jaga di bagian UGD, Karel dinyatakan telah meninggal dunia.
"Wanita tersebut langsung meninggalkan rumah sakit bersama pria berkaca mata hitam tanpa memberikan kabar atau pesan kepada pihak RS UKI," kata Asmasoebrata menirukan ucapan sejumlah staf RS itu. Kepada bagian UGD RS UKI, wanita tersebut hanya menitipkan dompet dan kunci milik almarhum.
Beby, istri Karel yang juga anak dari artis Ivo Nila Khrisna, diberitahu oleh pihak kepolisian dan RS UKI sekitar pukul 02.00 WIB bahwa Karel telah meninggal dunia. Sekitar pukul 05.00 WIB, jenasah almarhum baru bisa dikeluarkan dari RS UKI Cawang.
Asmasoebrata mengatakan, sebelum jenasah dibawa pulang oleh keluarganya, pihak RS UKI telah menawarkan otopsi atau visum. Pasalnya, kondisi jenasah sangat janggal, antara lain wajahnya biru lebam, bibir robek, salah satu gigi patah, dan baju penuh darah.
Walaupun terlihat banyak kejanggalan, pihak keluarga yang shock saat itu berupaya merelakan kepergian almarhum dan tidak berkeinginan untuk menyelidiki sebab-sebab kematiannya. Karel dimakamkan di TPU Islam Menteng Pulo Jl Casablanca, Kuningan, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (14/9).
Kendati demikian, rekan-rekan almarhum dari Ikatan Motor Indonesia DKI Jakarta menilai polisi tetap harus mengusut kematian Karel.
"Banyak kejanggalan ditemukan pada wajah almarhum pada saat kejadian berlangsung. Dan hal ini bukan merupakan delik aduan. Polisi berwenang menyelidikan kasus ini," kata Asmasoebrata, Penasihat Scooby Doo Sport Club, seusai menyampaikan permohonan tersebut kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhamad Jaelani.
Ia mengatakan, penyelidikan polisi diharapkan dapat mengungkap tabir gelap yang sampai sekarang masih menyelimuti seputar kematian Karel. (E-9)