SUARA PEMBARUAN DAILY

Minyak Tanah di Bogor Langka

Sebagian Ibu Menangis dan Mengomel Karena Tak Kebagian

BOGOR - Minyak tanah yang sangat dibutuhkan masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor, Selasa (20/9) mulai langka. Bahkan, ratusan ibu rumah tangga Kampung Lebaksari, Paledang, Kota Bogor, rela menunggu beberapa jam hanya untuk mendapatkan 10 liter minyak tanah di Jalan Paledang. Langkanya minyak tanah itu belum mendapat perhatian pemerintah setempat untuk melakukan operasi pasar.

Berdasarkan pengamatan pembaruan, antrean warga yang akan membeli minyak tanah itu didominasi ibu-ibu rumah tangga tampak di Jalan Paledang. Ratusan ibu rumah tangga mulai berkerumun di depan agen setempat, namun ketika truk tangki minyak tanah datang, antrian mendadak bubar, mereka berebut mendekati drum penampung minyak karena takut tidak kebagian, pemilik agen berusaha menenangkan ibu-ibu. Untuk membagi rata minyak tanah yang dijual, seorang ibu hanya diperbolehkan membeli 10 liter saja, dengan harga Rp 1.100 per liternya.

Hanya satu jam, 5.000 liter minyak tanah habis terjual. Belasan ibu rumah tangga yang tidak kebagian minyak tanah marah-marah sambil melempar jerigennya, bahkan seorang ibu ada yang menangis. "Saya sudah antri dari pagi kenapa tidak kebagian, hari ini saya tidak bisa masak," tutur ibu Yati, sambil menangis.

Sedangkan nenek Madasih, yang juga tidak kebagian minyak tanah, mengomel, "Dulu saya rela joget-joget waktu kampanye presiden dan memilih Pak SBY jadi Presiden, tapi kenyataan BBM malah akan naik, payah," omelnya. Melihat Madasih yang sempat bergoyang sambil mengomel, membuat ibu-ibu lainnya terlihat menahan ketawa.

Menurut Sarinah, warga Lebaksari, di kampungnya, sudah dua pekan terakhir pasokan minyak tanah tersendat, bahkan nyaris langka. "Sudah dua minggu kami kesulitan dapat minyak tanah, mungkin ditimbun ya," kata Sarinah. Ia juga kecewa tidak kebagian minyak tanah, beruntung ia diberi sekitar 1,5 liter dari tetangganya yang dimasukkan ke botol bekas minuman mineral.

Berebut

Rebutan minyak tanah juga terjadi di daerah Nanggung, Kecamatan Nanggung dan daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor, di setiap agen terlihat puluhan ibu rumah tangga yang mengantri untuk mendapatkan minyak tanah. "Sudah sepuluh hari di sini susah minyak tanah, kok pemerintah tidak tahu," tutur ibu Yati.

Sehari sebelumnya, puluhan orang berebut membeli minyak tanah dari pedagang keliling di daerah Karang Asem, Citeureup, meskipun harganya RP 1.300 mereka rela membeli daripada harus mengantri selama dua jam di agen terdekat. "Saya tidak jadi keliling menjual minyak tanah, karena baru keluar dari agen sudah diserbu ibu-ibu," ujar Pardi, pedagang minyak keliling.

Kelangkaan minyak tanah juga terasa di sekitar Perempatan Tamansari, Ciapus, Bogor, meskipun tidak terlihat antrian, tetapi di penjual minyak tanah dikirim seminggu sekali. Menurut Joni, pemilik warung yang menjual minyak tanah di depan STO Telkom Ciapus, seminggu sekali ia hanya mendapat minyak tanah sekitar 200 liter. "Kiriman minyak tanah mulai berkurang sejak tiga bulan lalu, apalagi menjelang kenaikan BBM, minyak tanah makin sulit," tutur Joni.

Bambang Hermanto, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) Kota Bogor mengatakan, kelangkaan minyak tanah di Kota Bogor hingga mengakibatkan antrian warga di beberapa daerah Kota Bogor sudah dilakukan antisipasi pihaknya dengan memanggil pihak Hiswanamigas ( Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas) Kota Bogor agar turun ke lapangan mengecek daerah mana yang kekurangan minyak tanah.

"Dari hasil pengecekan lapangan itu, Hiswanamigas menyalurkan tambahan pasokan minyak tanah dengan harga eceran tetap (HET) ke beberapa distributor di kecamatan-kecamatan yang kurang mendapat pasokan minyak tanah, " ujarnya.

Sementara itu, Kapolwil Bogor Kombes Tjiptono menegaskan, siapapun yang memanfaatkan situasi untuk menimbun BBM menjelang kenaikan bulan Oktober mendatang akan ditindak tegas.Dikatakan, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di setiap agen dan tempat-tempat yang dicurigai menimbun BBM. "Siapapun jangan coba-coba menimbun BBM menjelang kenaikan, kami akan tindak tegas. Masyarakat diharapkan memberi informasi jika mencurigai tempat penimbunan BBM," tegas Tjiptono.

Bahkan jajaran Polres Bogor baru-baru ini telah berhasil membongkar penimbunan dan pengoplosan BBM di Kecamatan Cileungsi dan Gunungputri dengan menyita 18 ton minyak tanah dan solar. Selain itu, petugas juga meringkus lima orang tersangka, yang kini masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor. (126)


Last modified: 21/9/05