SUARA PEMBARUAN DAILY

Hasil Pemilu Mengecewakan Rakyat Jerman

BERLIN - Mayoritas (sekitar 70 persen) rakyat Jerman kecewa dengan buntunya hasil pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung pekan lalu. Namun sebagian besar menyatakan bahwa mereka tidak akan mengubah pilihan jika ada kesempatan untuk melakukan pemilu ulang.

Demikian hasil jajak pendapat lembaga penelitian Wahlen dari kelompok televisi ZDF, yang diumumkan pada Selasa (20/9) di Berlin.

Survei itu menunjukkan bahwa 70 persen rakyat Jerman kecewa dengan hasil pemilu tersebut sehingga secara jelas dapat menentukan seorang kanselir. Seperti diketahui, Gerhard Schroeder dengan Partai Sosial Demokrat (SPD) hanya tertinggal tiga kursi dari Angela Merkel bersama Partai Kristen Demokrat (CDU/CSU).

Terhadap kemungkinan koalisi, 33 persen mengatakan mendukung koalisi pemerintahan antara pendukung Schoreder dan Merkel yang sebelumnya dikenal dengan "koalisi besar". Setengah dari 33 persen ini meragukan koalisi tersebut dan ingin Schroeder tampil sebagai kanselir dalam koalisi tersebut, dibandingkan dengan 43 persen yang lebih mendorong Merkel.

Partner koalisi konservatif yakni Partai Demokrat Bebas dan Partai Hijau, memperoleh dukungan sebanyak 26 persen.

Walaupun mereka kecewa, 87 persen mengatakan tidak akan merubah pilihan mereka jika dilakukan pemilu ulang. Jajak pendapat yang dilakukan Wahlen tersebut menghimpun 1.111 suara rakyat Jerman sehari setelah pemilu berlangsung.

Koalisi

Sementara itu, dukungan bagi pemimpin kelompok konservatif Angela Merkel dari partainya semakin besar untuk melakukan perundingan dengan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder. Schroeder sendiri menunjukkan fleksibilitas yang semakin besar dengan mengatakan, perundingan dapat dilakukan tanpa "prasyarat" apapun.

Pemilih Jerman menolak keberadaan Schroeder tetapi tidak memberikan kesempatan kepada Merkel untuk menang mayoritas sehingga negara terkaya Eropa tersebut seperti kehilangan kemudi. Sebelumnya, baik Schroeder maupun Merkel saling mengklaim paling pantas menjadi kanselir, ini menyebabkan buntunya jalan untuk memulai perundingan koalisi.

Schroeder menyerukan koalisi tanpa "prasyarat" apapun tersebut untuk mengakhiri konflik politik di Jerman. Dia juga tidak lagi mengulangi tuntutan pihaknya untuk mendominasi pemerintahan dimana dirinya harus menjadi kanselir.

"Ini perundingan untuk menyelidiki sebuah fase di mana satu dengan yang lain harus mencari jalan atas kebuntuan pemerintahan yang dibutuhkan saat ini," katanya.

Sejumlah pimpinan politik dari kelompok kiri dan konservatif menyerukan adanya "koalisi besar" antara Partai Sosial Demokrat dengan Partai Kristen Demokrat untuk mencari jalan atas kebuntuan pemerintahan setelah pemilu. Namun mereka tidak menyepakati siapa yang akan muncul sebagai pimpinan pemerintahan. (AP/H-12)


Last modified: 21/9/05