JAKARTA - Warga Jakarta diminta mewaspadai serangan demam berdarah dengue (DBD. Biasanya pada pergantian musim seperti saat ini jumlah penderita DBD meningkat. Misalnya, pada dua minggu pertama Mei 2005 jumlah penderita DBD sebanyak 360 orang. Angka ini diperkirakan meningkat seiring dengan peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke hujan. Hal itu dikatakan Kepala Humas Dinas Kesehatan DKI Jakarta Evi Zelvino kepada Pembaruan di Jakarta, Kamis (12/5).
Daerah endemik DBD di Jakarta akan terjadi sepanjang tahun. Namun, peningkatan jumlah penderita umumnya terjadi pada saat pergantian musim atau pancaroba, baik dari kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya. ''Evi mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjalankan program Pemberantasan Sarang Nyamuk, antara lain menguras bak mandi seminggu sekali. DBD, kasus penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu di DKI Jakarta akan terjadi sepanjang tahun. Namun, peningkatan jumlah penderita umumnya terjadi pada saat pergantian musim atau pancaroba, baik dari kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya. Dia mengatakan, sampai saat ini Pemprov DKI terus mensosialisasikan program PSN selama 30 menit setiap Jumat.
Pada Februari 2005, Dinkes DKI Jakarta menetapkan tiga kelurahan dalam kategori siaga satu DBD, yakni Kebayoran Lama, Pondok Pinang, dan Kayu Manis. Sedangkan 70 kelurahan lainnya masuk dalam kategori siaga. Jumlah penderita DBD di DKI Jakarta selama Januari hingga minggu kedua Mei 2005 tercatat 6.877 orang, di antaranya 36 meninggal dunia. Menurut Evi, peningkatan penderita DBD paling tinggi pada Februari 2005, yakni 2.487 orang. Jumlah tersebut turun menjadi 1.626 orang pada Maret 2005 dan 1.236 pada April 2005. (J-9)