SUARA PEMBARUAN DAILY

Indonesia Vs Denmark Akan Menegangkan

AFP/GOH CHAI HIN

MENANG -Pebulutangkis Cina, Lin Dan, mengembalikan bola ke pemain Indonesia, Soni Dwi Kuncoro, pada pertandingan tunggal putra Piala Sudirman di Beijing, Cina, Kamis (12/5). Lin menang dua set langsung, 17-14,15-10.

Siaran langsung

INDOSIAR

SABTU (14/5)

Pkl 12.00 WIB

"Tidak bisa diprediksi siapa yang menang nanti. Camilla masih sangat muda, pengalamannya bermain di Piala Sudirman belum ada," katanya.

Indonesia, menurut Jorgensen, punya pemain tunggal putra yang bagus, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Sedang Denmark punya dua pemain nomor dua dan tiga tingkat dunia, yakni Kenneth Jonassen dan Peter Gade Christensen. Dia yakin kedua anak buahnya itu akan mampu memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Taufik atau Sony.

Dia juga yakin akan ganda putranya, yakni pasangan peringkat satu dunia, Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen dan Lars Paaske/ Jonas Rasmussen (3 dunia). Ganda ini beberapa kali menyulitkan para pemain Indonesia, seperti Candra Wijaya/Sigit Budiarto (5) atau Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto (2). Bahkan, Candra/Sigit di dua final, Korea dan Jepang Terbuka tahun ini, harus mengakui kehebatan Eriksen/Hansen.

Menurut pelatih tim Inggris, Rexy Mainaky, dia lebih cenderung memilih Luluk/ Alvent untuk menghadapi Denmark daripada mengandalkan Candra/Sigit.

"Kalau kondisinya fit lebih baik mereka yang diturunkan, karena rekor melawan pemain Eropa mereka lebih bagus. Saya lebih optimistis," kata mantan penghuni Pelatnas Cipayung ini.

Ganda putri masih cukup berimbang, mengingat pasangan Denmark Helle Nielsen/Pernille Harder tidak sekuat ganda-ganda Cina atau Korea. Kemungkinan besar, pasangan Jo Novita/Lita Nurlita, akan menjadi andalan utama di nomor ini.

Denmark mempunyai pasangan tangguh di nomor ini, yakni Jens Erikse/Kamilla R Juhl atau Thomas Laybourn, yang bisa dipasangkan dengan Juhl. Pasangan Jens Eriksen/Mette Schjoldager juga berbahaya.

Indonesia hanya mempunyai satu andalan, yakni Nova Widianto/Liliyana Natsir. Satu pasangan lagi, Flandy Limpele/Yunita Tetty, kualitasnya masih di bawah Nova/Liliyana.

Di semifinal lainnya, Cina akan menghadapi musuh bebuyutannya, Korea. Juara bertahan Korea dihancurkan Denmark 2-3 pada babak penyisihan terakhir sehingga berada di peringkat kedua Grup 1A. Dengan posisi kedua maka mereka berjumpa dengan juara Grup 1B, Cina. Dari sembilan kali pertemuan sebelumnya Cina memegang rekor menang lebih banyak, yakni lima kali.

''Head to Head''

Indonesia vs Denmark 5-3

Piala Sudirman 1989 Indonesia 5-0

Piala Sudirman 1991 Indonesia 4-1

Piala Sudirman 1993 Indonesia 3-2

Piala Sudirman 1995 Indonesia 3-2

Piala Sudirman 1997 Denmark 2-3

Piala Sudirman 1999 Denmark 2-3

Piala Sudirman 2001 Indonesia 3-2

Piala Sudirman 2003 Denmark 4-1

Cina vs Korea 5-4

Piala Sudirman 1989 Korea 3-2

Piala Sudirman 1991 Korea 3-2

Piala Sudirman 1993 Korea 4-1

Piala Sudirman 1995 Cina 3-2

Piala Sudirman 1997 Cina 5-0

Piala Sudirman 1999 Cina 3-2

Piala Sudirman 2001 Cina 5-0

Piala Sudirman 2003 Cina 3-2 (penyisihan)

Piala Sudirman 2005 Korea 3-1 (di final)


Last modified: 13/5/05