
BEIJING - Manajer tim Cina, Li Yongbo, sudah dikenal luas oleh kalangan wartawan sebagai manajer "bisu". Pasalnya, sudah tidak terhitung jumlahnya, Li Yongbo, menolak buka mulut bila diwawancarai wartawan asing, khususnya yang tidak bisa berbahasa Cina. Padahal, bahasa Inggris-nya cukup lumayan, meskipun tidak lancar, bisa dimengerti maksudnya. Namun, ketika dimintai komentar mengenai seputar tim Cina dia selalu tidak mau sekalipun menggunakan penterjemah.
Dia bagaikan karang yang tetap tegar dihantam ombak. Li (43) tetap memegang prinsip tidak mau melayani wartawan yang tidak bisa ngomong bahasa Cina. Menurut salah seorang rekan wartawati setempat, pengendara BMW X5 itu tidak mau memberikan keterangan karena takut salah diartikan, karena itu lebih baik tidak mengobral informasi. "Saya tidak bisa kasih komentar, nanti salah arti," ujar Li seperti yang diungkapkan rekan wartawan itu.
Tidak di Cina, tidak pula di negara lain. Saat di Jakarta tahun lalu, pada Piala Thomas dan Uber, sikap jawara bulutangkis di nomor ganda era 1980-an hingga awal 1990-an itu pun tidak berubah. Nggak mau memberi informasi.
Namun, di antara insan bulutangkis dunia, Li dikenal orang yang baik. "Kalau sama saya dia (Li) baik. Dia teman lama saya. Mungkin kendala bahasa atau hal lain," ungkap mantan pelatih nasional Indonesia Indra Gunawan saat Piala Thomas-Uber di Jakarta 2004 digelar.
Namun, wartawan non-Cina pun tidak kehilangan akal untuk mendapatkan keterangan dari Li. Pertemanan yang telah dijalin dengan para wartawati Cina. Diam-diam sejumlah wartawati Cina memberikan keterangan yang dibicarakan Li. "Ternyata kita dapat juga keterangan dari Li Yongbo, yang penting jalin kerja sama dengan teman-teman wartawan sini," kata seorang wartawan Indonesia. (W-11)