SURABAYA - Petani tebu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI dipastikan mendapatkan harga dasar gula sebesar Rp. 4.000 per kilogram (kg). Selama gula milik petani tebu belum terjual, mereka mendapatkan dana talangan dari investor PT Mitra Tani Sejahtera (sebelumnya bernama PT Arta Kencana Agung).
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi, kepada Pembaruan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/5).
"Otoritas penjualan gula tetap berada di tangan petani dan pelaksanaannya dilakukan melalui lelang terbuka yang dapat diikuti para distributor dan pedagang yang memenuhi persyaratan," kata Adig Suwandi.
Apabila dalam lelang harga terbentuk di bawah Rp. 4.000/kg, maka risiko ditangung investor. Jika harga lelang lebih besar Rp. 4.000 maka kelebihannya dibagi secara proporsional antara petani dan investor dengan formula profit sharing masing-masing mendapatkan 50 persen.
Penandatanganan perjanjian penyediaan dana talangan dilakukan oleh Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M. Arum Sabil dengan Direktur PT Mitra Tani Sejahtera Harijono Santoso dan Dirut PTPN XI Basuki Adjibrata.
Dana talangan kali ini merupakan yang ketiga kalinya secara nasional, tetapi bagi PTPN XI sudah yang kelima kali sejak tahun 2001 untuk memberikan jaminan pendapatan bagi petani sehingga terhindar dari dampak fluktuasi harga gula yang kurang menguntungkan.
Lebih Tinggi
Harga dasar gula petani Rp. 4.000 per kg berarti Rp. 200 lebih tinggi dibanding Peraturan Menteri Perdagangan No. 08/M-DAG/PER/ 4/2005 sebesar Rp. 3.800 per kg. Petani menilai harga dasar Rp. 3.800/kg belum cukup karena biaya produksi ditambah 10% profit margin mencapai di atas Rp. 4.000 per kg untuk musim giling th 2005 sementara harga eceran gula eks import mencapai Rp. 5.300 per kg.
Produksi gula PTPN XI pada tahun 2005 diproyeksikan dihasilkan 385.000 ton gula, terdiri dari 249.000 ton milik Pabrik Gula (PG) dan 136.000 ton milik petani.
Jumlah yang bakal mendapatkan dana talangan sebanyak 90% dari total gula milik petani atau 122.400 ton, sedangkan 10 persen sisanya diambil secara natura untuk keperluan keluarga sehari-hari.
Petani juga mendapatkan tetes sebanyak 25 kg untuk setiap ton tebu dipasok. Diproyeksikan tetes produksi PTPN XI untuk giling 2005 mencapai 233.500 ton tetes. Jumlah tersebut berasal dari 159.000 ton milik PG ditambah 74.000 ton milik petani.
Khusus untuk tetes, PTPN XI memutuskan memberikan uang muka sebesar Rp. 400 per kg dan pembayarannya dilakukan bersamaan dana talangan.
Kelebihan atas selisih harga tetes dan gula diberikan setelah giling usai. (029)