BENGKULU - Sebanyak 1.038 siswa SMP di Bengkulu, yang putus sekolah, mendapat bantuan biaya pendidikan dari Dinas Pendidikan Nasio-nal (Diknas) sebanyak Rp 500.000 per tahun agar dapat melanjutkan sekolahnya.
Kepala Dinas Diknas Provinsi Bengkulu, Drs H Suhardiman kepada Pembaruan di Bengkulu, Rabu (11/5) mengatakan, bantuan biaya pendidikan itu diberikan kepada anak putus sekolah tingkat SMP di sembilan daerah tingkat II yang ada di daerah ini.
Rinciaanya, Kabupaten Bengkulu Utara 470 siswa, Rejang Lebong 185 siswa, Kota Bengkulu 124 siswa, Muko-Muko 75 siswa, Bengkulu Selatan 58 siswa, Lebong 17 siswa, Kaur 18 siswa, Seluma 49 siswa dan Kabupaten Kepahyang sebanyak 42 siswa.
Bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 500.000 per siswa itu diperuntukan untuk kebutuhan para siswa membeli buku, pakaian seragam, alat-alat tulis, biaya sekolah dan uang transpot. Dengan demikian, siswa dari keluarga tidak mampu alias miskin itu tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik sebagaimana yang diharapkan pemerintah.
Sudirman mengatakan dana bantuan yang bersumber dari APBN 2005 itu selain bertujuan untuk mengantisipasi angka anak putus sekolah tingkat SMP di Provinsi Bengkulu juga dimaksudkan agar anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang tinggi.
Bantuan biaya pendidikan tersebut juga sekaligus untuk menyukseskan program wajib belajar (Wajar) sembilan tahun di Provinsi Bengkulu serta untuk menekan jumlah buta huruf di daerah ini sekecil mungkin, sehingga target Pemprov Bengkulu tahun 2010 Bengkulu bebas buta aksara dapat dicapai dengan baik.
Dari 1.038 anak putus sekolah yang mendapatkan biaya pendidikan tersebut semuanya anak-anak dari keluarga tidak mampu yang berada di sembilan daerah tingkat II di Bengkulu. "Jadi, anak-anak yang mendapat bantuan biaya pendidikan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu," ujar dia.
Bantuan tersebut, kata Sudirman, akan segera disalurkan kepada calon penerima dalam waktu dekat, sehingga memasuki pertengahan tahun ajaran 2005 ini dana tersebut sudah dapat digunakan para siswa untuk melanjutkan pendidiknya lagi.
"Jika tidak ada masalah akhir Mei ini dana bantuan itu sudah kita salurkan kepada siswa calon penerima, sehingga memasuki pertengahan tahun ajaran pada Juli mendatang anak-anak putus sekolah itu sudah dapat melanjutkan sekolah lagi," ujarnya.
Pada bagian lain Sudirman mengatakan, pada tahun ini pihaknya juga akan menyalurkan dana bantuan pendidikan kepada 608 anak putus sekolah tingkat SMA/SMK di Bengkulu.
Dana bnatuan biaya pendidikan ini berasal dari kompensasi bahan bakar minyak (BBM).
Siswa SMA/SMK yang mendapat dana bantuan pendidikan dari kompensasi BBM itu berasal dari delapan daerah tingkat II. Bantuan tersebut akan disalurkan paling lambat akhir Juni mendatang. Saat ini pihaknya sedang mendata nama-nama siswa calon penerima bantuan tersebut di masing-masing daerah tingkat II.
Begitu pendataan ditingkat II selesai, kata Sudirman, bantuan tersebut segera dicairkan Diknas Provinsi Bengkulu. "Kita harapkan proses pendataan dapat berjalan lancar, sehingga dana bantuan pendidikan itu awalk Juni mendatang sudah kita salurkan kepada siswa calon penerima di masing-masing tingkat II," ujar dia. (143)