LEBIH dari 100 robot karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Kontes robot yang tahun ini memasuki tahun ketujuh akan berlangsung 14-15 Mei 2005 di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Menurut rencana kegiatan tersebut akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam kontes kali ini, KRI mengambil tema "Menggapai Puncak Borobudur, Nyalakan Api Perdamaian" yang akan diikuti oleh 32 tim dari 28 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Tema kali ini serupa dengan tema kontes internasional yang diselenggarakan oleh Asia-Pasific Broadcast Union (ABU Robocon), yang bertema "Climb on The Great Wall, Light the Holy Fire". Sedangkan KRCI mengambil tema "Robot Cerdas Pemadam Api" yang diadaptasi dari "Fire Fighting Robot Contest" yang diselenggarakan Trinity College, Hartford, Connecticut, AS, yang berlangsung 10 tahun lalu.
Menurut Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas Satryo S Brodjonegoro di Jakarta, Kamis (12/5), minat peserta KRI dan KRCI meningkat 30 persen dibanding tahun lalu. Selain akan dikirim untuk mengikuti kontes internasional, pemenang KRI juga meraih piala bergilir Sambawana Pratimacala, yang artinya patung yang aktif berpikir dan bergerak.
Dari tujuh kali penyelenggaraan kontes ini, empat kontes pertama berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan tiga kontes terakhir di UI. (PR/A-22)
GERAKAN Nasional Orang Tua Asuh (GN OTA) Kota Malang, Jawa Timur, pada tahun 2005/2006 akan membantu dana pendidikan bagi sekitar 2.000 siswa, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Untuk mengawali program tersebut, telah diserahkan dana pendidikan awal sebesar Rp 33,375 juta bagi 175 orang siswa SD, 65 orang siswa SMP dan 10 orang siswa SMA. "Nantinya secara bertahap akan kita realisasikan proyeksi sekitar 2.000 siswa," ujar Suyitno SH, pengurus GN OTA Kota Malang usai menyerahkan dana bantuan pendidikan di Gedung Kartini, Malang, Kamis (12/5).
Lebih lanjut Suyitno menjelaskan, masing-masing siswa mendapat dana bantuan per tahun sebesar Rp 125.000 untuk siswa SD, Rp 150.000 untuk siswa SMP dan Rp 175.000 buat siswa SMA. Angka nominal tersebut jauh lebih besar dibanding yang diberikan oleh GN OTA Pusat yang rata-rata hanya Rp 60.000 untuk siswa SD, Rp 90.000 untuk siswa SMP, dan Rp 125.000 bagi siswa SMA. Jumlah siswa yang mendapatkan bantuan GN OTA Kota Malang pada tahun 2004/2005 mencapai 1.854 siswa. (070)