JAKARTA - Untuk melancarkan pengoperasian busway koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan koridor III (Kalideres-Harmoni) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, akan mengorbankan 29 trayek angkutan yang bersinggungan dengan rute busway kedua koridor tersebut. Rencananya, saat busway kedua koridor itu mulai beroperasi pada akhir tahun 2005, trayek-trayek angkutan yang terdiri atas 3302 armada tersebut bakal dihapuskan.
"Kita akan menata transportasi di Jakarta secara bertahap. Pengoperasian busway otomatis akan mengganti trayek serupa yang ada. Tapi, kita akan tetap memperhatikan nasib mereka. Apa yang kita lakukan bagaikan menarik benang dari tepung, tapi jangan sampai tepungnya berantakan," jelas Kepala Dishub DKI Jakarta, Rustam Effendy di Jakarta, Kamis (12/5).
Menurut Rustam, ke-29 trayek angkutan yang bakal tergusur itu berasal dari empat perusahaan. Koridor II akan menghapus sekitar 17 trayek dengan 179 armada milik perusahaan bus PPD, Steady Safe, Mayasari, dan Metromini. Sedangkan untuk koridor III, akan mengorbankan 12 trayek dengan 123 armada milik perusahaan bus PPD, Mayasari, dan Steady Safe.
Ia menjelaskan, sebagai pengganti rute yang dihapus, Dishub akan menggandeng perusahaan tersebut masuk dalam konsorsium yang mengelola pengoperasian feeder (bus pengumpan). Termasuk mempersiapkan rute baru yang diharapkan bisa mengakomodasi jumlah trayek yang dihapus.
"Rute yang bersinggungan sebagian atau hanya melewati sebagian rute busway, akan tetap beroperasi seperti biasa. Keberadaan mereka dianggap masih dibutuhkan untuk melayani penumpang yang tidak bisa terangkut dengan rute busway," tuturnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Arconin, Achmad Noerzaman menjelaskan, pihaknya sudah merampungkan desain pembangunan busway koridor II dan III. Berbeda dengan koridor sebelumnya, pembangunan koridor II dan III akan dilengkapi dengan halte transit di Harmoni Central Busway (HCB) senilai Rp 39 miliar. Halte ini akan dibangun di atas sungai Harmoni dengan luas 5x78 meter.
Busway koridor I (Blok M-Kota), kata dia, pun akan disempurnakan dengan membangun underpass khusus penyeberang jalan (terowongan penyeberangan orang) dari Stasiun Kota dengan gedung Bank Mandiri.
Menurut dia, pembangunan underpass sepanjang 110 m dengan kedalaman 6 meter ini bakal menghabiskan dana Rp 22 miliar. (Y-6)