
Pembaruan/Alex Suban
GRAND OPENING - Musisi Inggris yang kini menjadi disc jockey, Boy George, meramu musik disko mengiringi pengunjung pada acara "Grand Opening" Hard Rock Cafe, di Plaza EX Jakarta, Jumat (13/5) dini hari.
KOTA Jakarta memang diguyur hujan sepanjang Kamis (12/5) sore hingga malam. Namun, dunia gemerlap tetap berdenyut di Hard Rock Cafe (HRC), Jakarta yang menggelar The Grand Opening of Hard Rock Cafe and Plaza Ex. Apalagi malam itu tampil dua DJ (disc jockey) kondang dari Inggris. Mereka adalah DJ Boy George (44) dan DJ Marc Vedo (27).
Boy George ? Bagi anak gaul periode 1980-an, nama yang satu ini cukup punya pamor. Pada era itu, dia bukan dikenal sebagai DJ, tetapi vokalis grup new wave bernama Culture Club (CC). Lagu yang populer di sini adalah Karma Chameleon dan Do You Really Want to Hurt Me. Sayang grup yang terbentuk pada tahun 1981 telah bubar di tahun 1986.
Kini sang vokalis yang identik dengan dandanan yang feminin itu kembali menekuni profesi sebagai DJ yang telah ditekuninya sejak dia berusia 17 tahun. Sayang, dalam jumpa pers yang berlangsung sebelum pertunjukan Boy terpaksa hanya memberi jawaban atas pertanyaan tertulis yang sudah diseleksi panitia. Mereka bahkan melarang wartawan untuk mengajukan pertanyaan yang menyangkut masalah CC, dengan alasan akan mengganggu kenyamanan Boy. Padahal kemudian, tanpa ditanya pun dia tetap mengungkapkan bahwa kehidupannya dengan CC adalah masa lalu.
Boy juga mengaku dirinya tetap menyukai posisinya sebagai penyanyi meski telah mengeluti profesi sebagai DJ. "Saya senang membuat orang bahagia, dan bebas berekspresi, menari dan menikmati musik. Saya juga selain menggunakan tangan, tetap menggunakan mulut saya saat nge-DJ," ucapnya.
Penampilan Boy kembali sebagai DJ mendapat sambutan hangat terutama bagi para pengunjung klub malam di Inggris dan AS. Bahkan dia telah meluncurkan album solo berjudul Essenstial Mix yang beraliran progressive house. Selain itu, meski dirinya tidak lagi selangsing dulu, dandanan cantik tetap menjadi bagian dari penampilannya.
Sebelum penampilan Boy, para pengunjung kafe elite itu disambut oleh penampilan DJ Marc Vedo. Lelaki berdarah Inggris-Portugal asal Briston itu juga merupakan DJ terkemuka pada sejumlah klub di Eropa. Serupa dengan Boy, Marc mengawali kariernya sebagai DJ di usia remaja, 18 tahun. Kedua DJ itu telah cukup lama tampil bersama. Bahkan menurut Marc dia pernah mendukung tur Boy. "Kalau tampil sendiri-sendiri, George dengan gayanya progressive house, sedangkan saya dengan gaya trance," kata Marc pada kesempatan terpisah. Perpaduan dua gaya itu membuat, pengunjung HRC merasa hangat meski cuaca di luar sana tengah diguyur hujan. Apalagi sesuai dengan nama genrenya yaitu house music memang membuat orang betah berlama-lama. (W-10)