
ap/marco vasini
melewati - Pemain Austria Vienna, Sasa Papac (kanan) berusaha melewati pemain tuan rumah Parma, Ibrahim Camara dalam semifinal Piala UEFA di Stadion Ennio Tardini, Kamis (14/4) atau Jumat (15/4) dini hari WIB.
PARMA - Lolosnya "Gialloblu" AC Parma (Italia) ke babak semifinal Piala UEFA 2004/2005, bisa dikatakan sebagai suatu keberuntungan. Pasalnya, permainan klub elite Italia ini masih belum stabil. Kalau saja dalam pertandingan perempat final kedua di Stadion Ennio Tardini, Parma, Kamis (14/4) malam waktu setempat atau Jumat (15/4) dini hari WIB tersebut, pertahanan tuan rumah tidak kuat, mungkin Austria Vienna (Austria) bisa saja menyingkirkan Parma dari ajang Piala UEFA.
Untung saja, pemain-pemain belakang dan kiper klub juara Piala UEFA dua kali (1995 dan 1999) itu cukup kuat sehingga mereka mampu mengakhiri pertandingan dengan skor imbang tanpa gol (0-0).
Dengan hasil imbang itu, Parma lolos setelah unggul menurut peraturan gol. Pada pertandingan pertama, Parma berhasil mencetak satu gol ke gawang Austria Vienna ketika pertandingan berakhir imbang 1-1.
Parma harus berterima kasih kepada trio pemain belakangnya Daniele Bonera, Paolo Cannavaro, dan Giuseppe Cardone. Merekalah bersama kiper Luca Bucci, yang selalu menggagalkan serangan dan peluang emas lawan.
Bucci dua kali mengandaskan dua tendangan keras yang dilontarkan Sebastian Mila dan pemain tengah Austria Vienna asal Ceko, Libor Sionko.
Pelatih Parma, Pietro Carmignani menjelaskan, strategi bertahan yang diterapkannya sangat tepat sehingga timnya dapat mempertahankan keunggulan gol di pertandingan pertama.
"Yang jelas, hasil final dari pertandingan ini adalah berkat tepatnya taktik yang kami mainkan," kata dia.
Di semifinal yang dimainkan juga dengan sistem kandang dan tanda (home and away), Parma akan menghadapi CSKA Mocow (Rusia). CSKA sendiri lolos setelah menyingkirkan Auxerre 4-2.
Kekalahan 0-2 yang dialami CSKA pada pertandingan kedua di Stadion Ebb-Deschamps, Auxerre, Prancis, tidak mempengaruhi hak mereka untuk tetap meraih tiket ke babak semifinal. Pasalnya, pada pertandingan pertama, CSKA sudah mengantongi kemenangan dengan skor lebih telak 4-0.
Dua gol Auxerre yang tidak mampu menyelamatkan timnya untuk melangkah ke babak empat besar dicetak Yann Lacheur di menit delapan dan Bonaventure Kalou (80/penalti).
Dua Kartu Merah
Sementara itu, wakil Belanda, AZ Alkmaar lolos setelah bermain imbang 1-1 melawan Villarreal (Spanyol) di Stadion Alkmaarderhout, Belanda.
Hasil itu memuluskan langkah mereka ke babak semifinal setelah pada pertandingan pertama Alkmaar meraih kemenangan 2-1. Dengan begitu, Alkmaar, finalis Piala UEFA 1981 ini lolos dengan kemenangan total 3-2. Dalam pertandingan tersebut, Alkmaar membuka gol melalui Kenneth Perez saat pertandingan baru bergulir delapan menit. Sementara gol balasan Villarreal baru terjadi di menit ke-72 melalui Luciano Figueroa.
Pertandingan ini diwarnai keluarnya dua kartu merah dari wasit, yang masing-masing diberikan kepada pemain belakang Alkmaar Barry Opdam di menit ke-20 dan penyerang Villarreal Romero Jose Mari di menit ke-21. Jose Mari diganjar kartu merah setelah dua kali dengan sengaja menendang Barry van Galen.
"Saya sangat bahagia dengan hasil ini. Kami bagaikan malaikat yang sedang menjalankan tugasnya. Ini adalah suatu hal yang alami namun unik bagi kami. Kami tak menyangka mampu lolos ke babak semifinal Piala UEFA ," kata pelatih Alkmaar, Co Adriaanse. (AP/F-4)