SUARA PEMBARUAN DAILY

220 Hektare Sawah di Bandung Dicemari Limbah

BANDUNG - Sejumlah 220 hektare (ha) sawah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami kerusakan berat karena dicemari limbah dari 22 industri tekstil dan garmen. Akibatnya petani tidak memanfaatkan lahan tersebut.

Kepala Badan Pengawasan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Ade Suhanda kepada wartawan di Bandung, Kamis (14/4). "Saat ini 22 pabrik tekstil dan garmen yang ada di Rancaekek Bandung membuang limbahnya ke air permukaan tanpa diolah.

Akibatnya masyarakat mempermasalahkan tentang limbah ini. Karena berakibat fatal bagi kehidupan manusia," ujarnya.

Ia menjelaskan akibat buangan limbah yang tidak diolah sesuai baku mutu, 220 hektar sawah di Rancaekek masuk status rusak berat. Oleh karena itu, Ade mengatakan pihaknya akan membantu masyarakat dan kalangan industri dengan membangun instalasi pengolahan limbah (IPAL) terpadu yang bisa digunakan bersama-sama.

"Kondisi lingkungan di sekitar Rancaekek sudah sangat memprihatinkan karena banyaknya industri yang membuang limbahnya tanpa diolah sesuai dengan standar. Oleh karena itu, kita akan mencoba menjajaki pembangunan IPAL terpadu," ujarnya. (150)


Last modified: 15/4/05