SUARA PEMBARUAN DAILY

2.882 Hektare Tanaman Lada di Kabupaten Kaur, Diserang Hama

BENGKULU - Sebanyak 2.882 hektare (ha) tamanan lada milik petani di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu diserang hama busuk pangkal batang. Jika tidak segera diatasi dikhawatirkan tanaman lada ribuan ha akan mati dalam waktu dekat, mengingat hama tersebut sangat ganas. Akibatnya, petani menderita kerugian yang cukup besar.

Hal tersebut diungkapkan Mudir (34), petani Desa Tanjung Kemuning kepada Pembaruan, di Bengkulu, Jumat (15/4). Ia mengatakan, tanaman lada petani yang diserang hama tersebut terdapat di tujuh kecamatan, antara lain Kecamatan Maje seluas 1.200 ha, Kecamatan Nasal 598 ha, Kinal 448 ha, Kaur Selatan 216 ha, Tanjung Kemuning 167 ha, Kaur Utara 134 ha, dan Kecamatan Kaur Tengah seluas 119 ha.

Sebagian besar lada yang diserang hama itu sudah mulai berbuah. Bahkan, ada di antaranya satu bulan lagi sudah dapat dipanen. Karena itu, jika hama tersebut tidak dapat basmi dipastikan para petani akan mengalami gagal panen dan menderita kerugian.

Untuk itu, kata Mudir, pihaknya mengharapkan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kaur segera memberikan bantuan racun hama kepada petani di tujuh kecamatan tersebut, sehingga hama yang menyerang tanaman lada mereka dapat diatasi dengan baik. Sehingga tiga bulan ke depan petani dapat memanen hasilnya. Dengan demikian, terhindar dari kerugian besar.

"Kami benar-benar mengharapkan bantuan dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kaur dalam mengatasi serangan hama terhadap tanaman lada masyarakat daerah ini," ujar Mudir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kaur, Ir Lil Kamsi Sitorus, yang dihubungi dari Kota Bengkulu, Jumat (15/4) pagi, melalui telepon membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, dari data yang didapatnya luas tanaman lada petani yang diserang hama busuk batang sekitar 2.882 ha yang tersebar di tujuh kecamatan.

Tanaman lada yang terluas diserang hama berada di Kecamatan Maje 1.200 ha. Akibatnya, para petani di daerah ini resah karena khawatir tanaman lada mereka tidak dapat dipanen karena mati.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Sitorus, pihaknya telah meminta para petani agar lebih aktif lagi mempelajari teknologi cara-cara memberantas hama tersebut. Selain itu, petani diminta untuk berkonsultasi kepada petani setempat yang berpengalaman dalam mengatasi hama busuk barang pangkal yang menyerang tanaman lada.

Sebab, di Kabupaten Kaur sudah ada beberapa petani yang berpengalaman mengatasi hama tersebut. Di antaranya petani di Desa Padang Hangat, Kecamatan Kaur Tengah. Puluhan ha tanaman lada di daerah ini diserang hama serupa, tapi hama tersebut dapat mereka basmi dalam tempo singkat dengan menerapkan teknologi pertanian.

Hasilnya, tanaman lada puluhan ha itu dapat dipanen petani dengan baik, sehingga petani terhindar dari kerugian yang cukup besar. "Kita berharap petani lada di tujuh kecamatan dapat belajar dari petani Desa Padang Hangat dalam membasmi hama busuk batang tersebut. Sehingga tanaman lada milik mereka dapat diselamatkan dari kematian. Dengan demikian mereka tidak mengalami kerugian," ujar Lil Kamsi.

Namun demikian, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kaur tetap membantu petani untuk mengatasi hama tersebut dengan cara memberikan bantuan obat-obat anti hama kepada petani setempat. "Sehingga tanaman lada seluas 2.882 ha itu selamat dari ancaman kematian, dan petani tidak merugi," katanya.(143)


Last modified: 15/4/05