JAKARTA - Sebanyak 52 kepala negara/kepala pemerintahan dipastikan hadir dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Perayaan 50 Tahun KAA, di Jakarta dan Bandung, 22 sampai 24 April 2005. Sedangkan jumlah negara peserta sebanyak 81 ditambah enam organisasi internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain kepala negara/kepala pemerintahan, hadir tiga wakil presiden dan 26 utusan khusus setingkat menteri.
Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengemukakan itu seusai sidang kabinet di Kantor Presiden, Kamis (14/4) sore. Dalam sidang kabinet yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla itu, rencana KAA dibahas khusus dan diputuskan adanya peluang untuk pembicaraan bilateral antara Indonesia dan sebagian negara peserta.
Selain pertemuan bilateral, nantinya akan ada tambahan agenda acara, yakni tentang reformasi PBB. Bahasan soal ini adalah untuk Sekjen PBB Kofi Annan dengan para menteri luar negeri dan dijadwalkan berlangsung pada hari kedua KAA, saat makan pagi.
Sedangkan agenda lain, kata Menlu, tidak ada perubahan, di antaranya deklarasi KAA, pernyataan di tingkat menlu dan pernyataan terkait bencana alam gempa bumi dan tsunami.
Dalam sidang-sidang di KAA nanti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Afrika Selatan Tabo Mbeki akan memimpin secara bergantian. Hal ini diputuskan karena banyaknya permintaan untuk pembicaraan bilateral antara Presiden Yudhoyono dan kepala negara/ kepala pemerintahan.
Sementara perayaan 50 Tahun KAA yang akan dipusatkan di Bandung, pada 24 April 2005 nanti, diawali dengan "Jalan Kaki bersejarah" dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika.
Presiden Yudhoyono pada acara ini dijadwalkan memberikan sambutan dan para kepala negara/kepala pemerintahan melakukan foto bersama. Sebelum makan siang dan kembali ke Jakarta atau langsung meninggalkan Indonesia, kata Menlu, akan dilakukan penanaman pohon Asia Afrika di Lapangan Tegallega. (Y-3)