SUARA PEMBARUAN DAILY

Pesawat GT Air Belum Ditemukan

JAYAPURA - Hingga hari keempat, Jumat (15/4), pencarian 14 penumpang dan tiga awak pesawat GT Air yang hilang dalam penerbangan Timika-Enarotali pada Selasa lalu belum membuahkan hasil. Padahal upaya pencarian sudah mengerahkan pesawat Twin Otter milik MAF (Mission Aviation Fellowship), pesawat berbadan kecil milik AMA (Associated Mission Aviation), dan helikopter Bell 212 milik Airfast. Belakangan, pesawat Skytruk milik Polri dan helikopter jenis Bell 412 ikut dalam pencarian pesawat nahas itu

"Pencarian hari ini terus dilakukan tim SAR Mission Coordination, dengan rute yang sama dengan terbangnya pesawat GT Air," kata Kepala Sud Dinas Penerbangan Udara dan Parawisata Mimika, John Retob, yang juga anggota SAR ketika dihubungi Pembaruan, Jumat (15/4).

Pencarian hari ini kembali menghadapi cuaca di Timika yang kabut tebal sehingga mempengaruhi jarak pandang. "Pencarian baru dilakukan helikopter jenis Bell 412 milik Polri yang terbang pada pukul 7. 15 WIT, dan dari informasi hingga sekarang belum terlihat pesawat yang jatuh tersebut," tuturnya.

John yang sedang berada di Bandara Mosses Kilangain, Timika, mengatakan, hingga kemarin pilot pesawat AMA Kapten Erik Poli Huny berserta Eng Theo dan Sugianto Hardley yang menelusuri jalur terbang pesawat yang jatuh belum menemukan tanda-tanda lokasi jatuhnya pesawat.

Padahal, sambungnya, dari informasi para kru AMA pesawat GT Air yang jatuh tersebut dilengkapi pendeksi logam. Pencarian telah dilakukan ke utara, Waghete (Paniai) juga penyisiran di sungai Iwaka oleh personel Brimob, namun belum ada titik terang. "Selain cuaca kendalanya lain yang mempersulit pencarian karena lebatnya hutan," katanya.

Dia menambahkan, sampai saat ini Tim SAR belum bisa menyatakan penumpang pesawat yang jatuh itu tewas. "Karenanya kami masih tetap melakukan pencarian," ujarnya. (ROB/M-7)


Last modified: 15/4/05