BANDA ACEH - Para ahli gempa dari Jepang yang tergabung dalam Asosiasi Ahli Teknik Jepang (JSCE), Kamis (14/4), mendatangi sekolah-sekolah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk memberikan pengetahuan tentang gempa bumi dan tsunami kepada para siswa di sana.
Koordinator ahli gempa dari Jepang Tomoji Suzuki ketika berada di SMU Negeri 3 Banda Aceh mengatakan pengetahuan sangat perlu diberikan kepada siswa agar mereka mengerti tentang gempa dan tsunami supaya dapat segera menyelamatkan diri jika berada dalam situasi yang berbahaya.
Dikatakan, pengetahuan yang diberikan kepada para siswa SMU dan sekolah dasar di Aceh adalah berupa proses terjadinya gempa bumi dan tsunami, serta bagaimana cara-cara menyelamatkan diri jika kedua bencana alam itu terjadi.
"Bahan pelajaran yang diajarkan itu berupa rekaman video, buku manual, dan brosur. Kami percaya bahwa pembelajaran yang terus-menerus akan mampu membantu mengurangi bencana di masa mendatang. Sehingga, pengetahuan soal gempa bumi dan tsunami yang menjadi salah satu penyebab tingginya jumlah korban di Aceh akan dapat dimengerti oleh siswa," kata Tomoji Suzuki
Menurutnya, pengetahuan yang benar tentang gempa dan tsunami akan memberikan keadaan yang jauh lebih baik apabila di kemudian hari terjadi bencana alam.
"Untuk tahap pertama ini, sepuluh sekolah yang akan didatangi oleh JSCE. Tahap berikutnya, tim akan ke daerah-daerah di pesisir barat Aceh Barat," lanjutnya.
Tim ini sebelumnya juga telah melakukan pemantauan untuk melakukan investigasi dan melihat kerusakan yang terjadi di daerah-daerah yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami.
Selain mengunjungi ke SMU Negeri 3 Banda Aceh, mereka juga telah mengunjungi SD XIX Kartika, SMPN 1, SMPN 2, dan SMUN 1 Peukan Bada, SD MIN 1, Politekkes Banda Aceh, dan SMUN 11. (147)