
Pembaruan/Luther Ulag
Museum Indonesia - Salah satu objek wisata di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, yang banyak dikunjungi adalah Museum Indonesia.
JAKARTA - Tanpa terasa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang terletak di kawasan Jakarta Timur, tahun ini mencapai usia 30 tahun. Sebagian orang tentu masih ingat, ribut-ribut ketika TMII akan dibangun. Belakangan ternyata, keberadaan TMII membantu rakyat yang mencari tempat hiburan murah dan bermutu.
Bukan saja rakyat kebanyakan yang senang mengunjungi TMII, tapi hampir semua lapisan masyarakat yang ke Jakarta, berusaha menyempatkan diri datang ke kawasan itu. Bahkan tidak sedikit pula turis mancanegara yang datang ke TMII. Bagi mereka, terutama yang waktu kunjungannya ke Indonesia sangat terbatas, datang ke TMII sangat menguntungkan. Hanya datang ke satu tempat, mereka dapat melihat berbagai macam seni budaya dari puluhan provinsi di Indonesia.
Sayangnya, akhir-akhir ini keberadaan TMII seperti terdesak oleh berbagai tempat hiburan lainnya. Walaupun demikian, pengelola TMII tetap berusaha memajukan kawasan itu sebagai salah satu objek wisata yang patut dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.
Berbagai bentuk kesenian secara terus-menerus ditampilkan di sana. Termasuk dalam memperingati 30 tahun TMII, dari 17-24 April 2005, akan ditampilkan berbagai atraksi musik dan seni pertunjukan lainnya. Band Dewa yang dimotori oleh Ahmad Dhani akan tampil Minggu (17/4) pagi di halaman parkir utara TMII. Acara musik dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB yang membuka HUT TMII ini juga akan dimeriahkan oleh band-band kampus terbaik dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.
Acara perayaan HUT TMII tersebut juga dimeriahkan oleh Gelar Wayang Spektakuler 17-19 April dengan panjang layar 30 meter, 60 swarawati, 9 dalang pilihan, dan dikemas dengan kolaborasi campursari. Acara lainnya, Gelar Parama Budaya Nusantara, Gebyar Expo 2005, pesta kembang api dan 2005 obor, serta gelar wayang kolosal bersama 123 dalang selama tiga hari tiga malam. Lakonnya berorientasi pada kisah-kisah klasik Mahabharata dan Ramayana.
Pada 20 April para pengunjung gratis masuk TMII dari pukul 12.00 - 17.00 WIB. Selanjutnya pada 22 April-24 April TMII akan dikunjungi oleh para pendamping ketua delegasi dari negara-negara Asia Afrika, memperingati Konferensi Asia Afrika yang ke-50. Para tamu negara yang diundang oleh Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Jusuf Kalla itu akan menyaksikan ragam hias rumah adat dari 26 provinsi, dan Gebyar Expo 2005.
Para tamu negara itu juga akan menyaksikan fashion show karya Afif Syukur, Adi Notonegoro dan Ramli, serta persembahan tarian dari berbagai daerah. Seperti Tari Teruna Jaya dari Bali, Tari Kemenangan dari Papua, Tari Rampai Aceh dari Nanggoe Aceh Darussalam.
Pameran kucing tingkat nasional atau National Cat Show 2005 akan digelar di Museum Nasional TMII pada 23-24 April. Sejumlah kucing ras berbulu indah yang berasal dari Persia, Bengali dan Birma akan dipamerkan di tempat ini, di samping kucing-kucing nonras. Selain itu diadakan vaksinasi rabies gratis.
Kabut Medayin
Sementara itu, Anjungan Jawa Tengah akan mengetengahkan kesenian Angguk dari Kabupaten Kebumen pada Selasa (19/4) pukul 20.00 WIB. Kali ini akan ditampilkan kisah Kabut Medayin.
Alkisah, Prabu Nursewan duduk di tampuk pemerintahan. Namun suasana di kerajaan Medayin diliputi kabut kedukaan. Sang Prabu selalu bermuram durja. Masalahnya karena puterinya diculik orang. Setelah raja bermusyawarah dengan Patih Bestak, maka diumumkan sayembara. Isinya, lelaki yang mampu menemukan dan mengembalikan Putri Dewi Siti Muninggar, maka diaakan dikawinkan dengan sang puteri.
Suatu hari menghadap sang raja, seorang pemuda bertubuh tegap yang bernama Amir Ambyah. Dia bermaksud utuk mengabdi di kerajaan Medayin, sekaligus ikut sayembara tersebut.
Sementara itu di kerajaan Khol Karib yang dipimpin raja Prabu Umarmadi tampak kebahagiaan sang raja. Sebentar lagi raja akan mempersunting Dewi Siti Muninggar, seorang puteri berparas cantik. Namun sang putri sangat sedih karena dia akan dinikahi secara paksa oleh pria yang tak dicintainya.
Tiba-tiba muncullah Amir Ambyah yang mengajak Siti Muninggar untuk pulang ke kerajaan Medayin. Sang putri ternyata bersedia pulang bersama sang pemuda yang gagah dan tampan. Keduanya akhirnya saling jatuh cinta. Prabu Umarmadi yang memergoki mereka, langsung menyerang Amir Ambyah dengan penuh kemarahan. Akhirnya terjadi pertarungan antara sang raja dengan Amir Ambyah.
Prabu Umarmadi akhirnya dikalahkan oleh sang pemuda perkasa, dan takluk kepada kerajaan Mudayin. Prabu Nursewan merasa bangga dan gembira atas kemenangan Amir Ambyah. Sesuai dengan janji raja, sang pemuda diangka sebagai ponggawa kerajaan dan juga dinikahkan dengan Dewi Siti Muninggar. (FA/B-8)