JAKARTA - Kapal pengangkut 230 ton beras Perum Bulog dari Sibolga harus menunggu dua hari karena terbatasnya kemampuan bongkar muat dermaga pelabuhan Gunung Sitoli, Nias. Akibatnya, penyaluran beras kepada para pengungsi korban gempa terhambat.
Hal itu dikatakan Kabag Humas Perum Bulog, Rochjat Natajoeda, kepada Pembaruan, di Jakarta, Jumat (15/4). Rochjat mengemukakan, beras tersebut sudah disalurkan, dan dalam waktu dekat segera dikirim lagi 300 ton beras dari Sibolga menggunakan kapal TNI AL dan kapal umum sebanyak 100 ton. Sedangkan dari Jawa Timur akan dikirim 2.750 ton langsung ke Gunung Sitoli.
Namun, dia menjelaskan, karena besarnya kebutuhan untuk penyaluran beras di pulau Nias maka kiriman beras yang dibongkar dari kapal langsung habis disalurkan kepada masyarakat. Hal itu mengakibatkan gudang-gudang milik Bulog di Gunung Sitoli tidak sempat terisi untuk cadangan stok beras.
Bulog, katanya, telah mengirim beras lebih dari 2.000 ton ke Nias melalui Sibolga dan Medan sejak awal terjadinya bencana.
Sedangkan stok beras di Sumatera Barat masih cukup banyak untuk mengantisipasi bencana gempa bumi di wilayah itu. Ada stok 10.000 ton beras yang cukup untuk penyaluran sekitar 4,5 bulan ke depan. (S-26)