
ISTIMEWA
WANITA MENENUN - Salah satu karya Lee Man Fong "Wanita Menenun".
JAKARTA - Mulai 9 April sampai 25 September 2005, karya-karya Lee Man Fong, pelukis Indonesia kelahiran Kanton, Cina, 1913, dipamerkan di Museum Art Retreat, di kawasan Ubi Crescent, Singapura. Pergelaran sekitar 50 lukisan cat minyak pilihan Lee Man Fong itu diberi juluk Lee Man Fong: A Pioneer Southeast Asian Artist.
Sebelum pembukaan pameran pada malam hari, siang harinya di Singapore Art Museum diselenggarakan diskusi mengenai sosok dan karya Lee Man Fong dalam bahasa Mandarin.
Pameran ini diadakan untuk mengiringi peluncuran buku Lee Man Fong : Oil Paintings, volume I dan II, terbitan museum Art Retreat. Buku ditulis oleh kritikus seni Indonesia Agus Dermawan T, dan seleksi karya dilakukan Siont Tedja. Dua buku yang keseluruhan berisi 700 halaman ini berisi 471 lukisan pilihan milik banyak kolektor dari seluruh dunia.
Peluncuran buku dilakukan oleh Dr Lee Boon Yang, Menteri Informasi, Komunikasi dan Seni Singapura. Lee Man Fong adalah pelukis Indonesia yang pernah lama tinggal di Singapura, sehingga diangkat sebagai tokoh besar Singapura, bahkan dianggap sebagai pelukis Singapura.
Lee Man Fong datang ke Indonesia tahun 1932. Pernah belajar seni lukis di beberapa negara Eropa akhir 1940-an. Pada 1962, ketika diangkat sebagai Pelukis Istana Presiden Sukarno ia masuk sebagai warga negara Indonesia. Namun karena kekacauan politik, pada 1966 ia hijrah ke Singapura. Tahun 1988 ia meninggal di Puncak, Jawa Barat, karena sakit.
Dalam acara pembukaan pameran dan peluncuran buku nampak banyak seniman ternama Singapura, ahli seni, kolektor, pengagum lukisan Lee Man Fong dari Indonesia dan berbagai negara, serta perwakilan dari biro lelang internasional seperti Christie's, Sotheby's, dan Glerum. Juga biro-biro lelang Indonesia seperti Larasati, Masterpiece, Borobudur, dan Cempaka. (W-9)